PENGARUH LAMA PERENDAMAN DAGING SAPI DALAM BLEND JAHE (Zingiber officinalle Roscoe) TERHADAP pH dan KEEMPUKAN
Abstract
This study aimed to determine the effect of soaking time for beef meat in ginger blend (Zingiber officinale Roscoe) on pH and tenderness. This research was conducted at the Animal Production and Reproduction Laboratory, Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung. Meat samples were obtained from Z-Beef slaugher house at Bandarlampung. The study used an experimental method in a completely randomized design with four treatments and five replications using a 15% ginger blend solution. The treatments were beef meat without soaking, soaking for 10 minutes, 20 minutes and 30 minutes with ginger blend. The results obtained were analyzed with Analysis of Variance (ANOVA) at 5% significance level and continued with the Least Significant Difference test (LSD test). The results showed that the soaking time with ginger blend had no significant effect (P>0.005) on the pH value, but it had a significant effect (P<0.005) on the tenderness of beef meat with soaking time was up to 30 minutes.
Key words: Beef, Ginger, Soaking time, pH, and tenderness
Downloads
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








