Pengaruh Dosis Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) pada Pakan Fermentasi Batang Singkong terhadap Kandungan Lemak Kasar, Protein Kasar, dan BETN

  • Eveline Mahulae Universitas Lampung
  • Liman Liman
  • Erwanto Erwanto
  • Muhtarudin Muhtarudin

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) dikenal memiliki potensi besar untuk memperbaiki nilai gizi pakan ternak, salah satunya melalui proses fermentasi. Tujuan penelitian dilakukan untuk menganalisis pengaruh penggunaan jamur tiram putih pada fermentasi batang singkong terhadap kadar lemak, protein, dan BETN (Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen). Penelitian ini dilaksankan bulan Juni sampai Juli di Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Unniversitas Lampung dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan P0 (batang singkong tanpa perlakuan), P1 (batang singkong + jamur tiram putih 3%), P2 (batang singkong + jamur tiram putih 6%), dan P3 (batang singkong + jamur tiram putih 9%). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analisis Varian) dan dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT).Hasil terbaik bervariasi berdasarkan nutrisi: dosis jamur 0% adalah yang optimal untuk BETN, 6% untuk kandungan protein, dan 9% untuk kandungan lemak.

References

Akinfemi, A., O.A Adu, F. Doherty. 2009. Conversion of sorghum stover into animal feed with white-rot fungi: Pleurotus ostratus and Pleurotus pulmonaris. African Journal of Biotechnology. Vol. 9 (11): 1706-1712.

Ghunu, S. dan A.R. Tarmizi. 2006. Perubahan komponen serat rumput kume (sorghum plumosum var. timorense) Hasil Biokonversi Jamur Tiram Putih (pleurotus ostreatus) akibat Kadar air substrat dan Dosis Inokulum yang Berbeda. Jurnal Ilmu Ternak, 6(2): 81- 86.

Haryanto, B. 2012. Perkembangan Nutrisi Ruminansia. Balai Penelitian Ternak. Bogor.

Wartazoa. Vol. 22 No.4.

Hatta, U., O. Sjofjan, B. Sundu. 2010. Pengaruh Fermentasi Kombinasi Jamur Pleurotus ostreatus dengan Trichoderma viridae terhadap Kandungan Nutrien dan Aktivitas Enzim SeluloseBungkil Kopra. Jurnal Ilmu-ilmu Peternakan. Vol. 24 (20): 20-30.

Johan, M. 2014. Kandungan Nutrisi Baglog Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) sebagai Bahan Pakan Ternak pada Masa Inkubasi yang Berbeda. Skripsi. Fakultas Peternakan. Universitas Hassanudin. Makassar

Kusumaningrum, M., Sutrisno, C.I. dan Prasetiyono, B. W, H,E. 2012. Kualitas Kimia Ransum Sapi Potong Berbasis Limbah Pertanian dan Hasil Samping Pertanian yang difermentasi dengan Indigofera zolingeriana Animal Agriculture Journal. 109-119.

Sri Wulandari , Yonita Sholihatun Nisa , Taryono , Siwi Indarti , dan Rr. Rahmi Sri Sayekti. 2021 Sterilisasi Peralatan Dan Media Kultur Jaringan Agrinova: Journal of Agrotechnology Innovation Volume 4 (2), 2021, 16-19

Sumarmi. 2006. Botani Dan Tinjauan Gizi Jamur Tiram Putih. Jurnal Inovasi Pertanian, Volume 4, No.2 Halaman 124-130.

Thamrin, M., A. Mardhiyah., dan S.E Marpaung. 2013. Analisis Usahatani Ubi Kayu (Manihot utilissima), Jurnal Agribisnis UMSU 18(1).

Turyoni. 2005. Pembuatan Dodol Tape Kulit Singkong (cassava). Semarang: Teknologi Jasa dan Produksi Universitas Negeri Semarang.

Yuliastuti, E., A. Susilo. 2002. Studi Kandungan Nutrisi Limbah Media Tanam Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) untuk Pakan Ternak Ruminansia. Penelitian. Laporan Lembaga Penelitian Universitas Terbuka

Published
2026-02-24
How to Cite
Mahulae, E., Liman, L., Erwanto, E., & Muhtarudin, M. (2026). Pengaruh Dosis Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) pada Pakan Fermentasi Batang Singkong terhadap Kandungan Lemak Kasar, Protein Kasar, dan BETN. Jurnal Riset Dan Inovasi Peternakan, 10(1), 77-82. https://doi.org/10.23960/jrip.2026.10.1.77-82