Pengaruh Lama Penyimpanan terhadap Daya Suka Sensoris Yoghurt Susu Sapi dengan Penambahan Stevia Rebaudiana Bertoni
Abstract
Penelitian ini memiliki tujuan dalam rangka mengidentifikasi pengaruh lama penyimpanan terhadap kualitas organoleptik yoghurt susu sapi dengan penambahan pemanis alami Stevia rebaudiana Bertoni. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan lama simpan, P1 (7 hari), P2 (14 hari), P3 (21 hari), P4 (28 hari), dan P5 (35 hari) pada suhu penyimpanan 3--5°C, dengan masing-masing perlakuan dilakukan sebanyak empat kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, dan daya suka. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis, dan apabila ada diferensiasi signifikan dilanjut dengan uji Mann-Whitney. Hasil studi mengungkapkan bahwasanya lama penyimpanan menyebabkan pengaruh signifikan (P<0,05) pada tekstur yoghurt, dengan perbedaan signifikan antara perlakuan P2 (14 hari) dan P3 (21 hari). Sementara itu, lama penyimpanan tidak menyebabkan pengaruh signifikan (P>0,05) pada warna, aroma, rasa, dan daya suka. Lama penyimpanan yoghurt susu sapi yang memberikan hasil terbaik adalah pada simpan 21 hari (P3), dengan karakteristik warna, aroma, tekstur, rasa dan daya suka yang disukai.
References
Aina Q., Halimah, H. A., dan Widiastuti, W. 2022. Pengaruh ekstrak daun Stevia rebaudiana terhadap daya terima, kandungan gizi, dan aktivitas antioksidan kefir susu kambing. Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya 6(2): 125–136.
Anwar, A., Faiz, M. A., Badar, I. H., Jaspal, M. H., & Hou, J. (2025). Influence of fermentation time and storage conditions on the physicochemical properties of different yogurt varieties using starter cultures and probiotic Lactobacillus rhamnosus GG. Processes, 13(3), 759.
Christensen, J., Becker, E. M., Frederiksen, C. S., Engelsen, S. B., dan Skibsted, L. H. 2005. Fluorescence spectroscopy and PARAFAC in the analysis of yogurt during storage. Journal of Agricultural and Food Chemistry 53(5): 1635–1641.
Limanto, A. 2017. Tinjauan pustaka stevia: Pemanis pengganti gula dari Stevia rebaudiana. Meditek: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan 23(2): 45–52.
Ozcan, T., dan Eroglu, A. 2021. Effect of stevia addition on physicochemical and sensory properties of yoghurt during refrigerated storage. LWT – Food Science and Technology 145: 111–118.
Pamela, V. Y., Riyanto, R. A., Kusumasari, S., Meindrawan, B., Diwan, A. M., dan Istihamsyah, I. 2022. Karakteristik sifat organoleptik yoghurt dengan variasi susu skim dan lama inkubasi. Nutriology: Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan 3(1): 18–24.
Salsabila, M., Puspitarini, O. R., Retnaningtyas, I. D., & Susilowati, S. (2024). Pengaruh Lama Simpan Yoghurt Dengan Penambahan Sari Kurma (Phoniex dactylifera) Ajwa Dalam Suhu RefrigeratorTerhadap Kualitas Organoleptik, pH Dan Viskositas. Jurnal Peternakan Lokal, 6(1), 1–11.
Widodo, W. 2015. Produksi low calorie sweet bio-yoghurt dengan ekstrak daun stevia sebagai pengganti gula. Agritech 34(3): 210–216.
Copyright (c) 2026 Deflin Setiandi, Veronica Wanniatie, Arif Qisthon, Dian Septinova

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








