Prevalensi Cacing Saluran Pencernaan Pada Sapi Bali Betina Dewasa di Desa Panca Tunggal Jaya, Kecamatan Penawar Aji, Kabupaten Tulang Bawang
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat keberadaan cacing pada sistem pencernaan sapi Bali betina yang sudah dewasa. Pengumpulan sampel feses dilakukan antara tanggal 27 September hingga 6 November 2025 di Desa Panca Tunggal Jaya, Kecamatan Penawar Aji, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Pemeriksaan cacing dalam sistem pencernaan menggunakan dua metode yaitu uji sedimentasi dan uji Mc Master yang dilaksanakan di Laboratorium Parasitologi, Balai Veteriner Lampung. Data hasil pemeriksaan feses disajikan dalam bentuk tabel dan grafik histogram, kemudian dianalisis secara deskripsi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa tingkat prevalensi cacing pada sistem pencernaan Sapi Bali di Desa Panca Tunggal Jaya, Kecamatan Penawar Aji, Kabupaten Tulang Bawang tercatat sebesar 72,3%. Infestasi tertinggi ditemukan di Rukun Kampung 4 dengan persentase 81,0%, sedangkan tingkat prevalensi terendah ada di RK 7 yang mencapai 52.6%. Jenis cacing saluran pencernaan yang menginfestasi yaitu Paramphistomum sp. sebanyak 109 (77,86%), Fasciola sp. sebanyak 17 (12,14%), Ascaris sp. ditemukan sebanyak 3 (2,14%), Oesophagostomum sp. sebanyak 3 (2,14%), dan Moniezia sp. sebanyak 8 (5,71%).
References
Handayani P., Santosa P. E., Siswanto. (2015). Tingkat Infestasi Cacing Saluran Pencernaan Pada Sapi Bali di Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu Provinsi lampung. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu. 3(3):127–33.
Lestari, A., Adyana, windia B. ida, & Oka, ade B. I. (2017). Prevalensi Dan Gambaran Patologi Infestasi Cacing Paramphistomum spp. Kota Denpasar. Indonesia Medicus Veterinus Januari, 6(1), 2477–6637. https://doi.org/10.19087/imv.2017.6.1.20
Nasution, P. A., Febriani, H., & Syukriah. (2023). Identifikasi jenis-jenis telur cacing parasit pada feses sapi di Desa Klambir V Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. BEST Journal (Biologi Education, Science & Technology), 6(2), 226–232.
Ramadhan, M. E., Hartono, M., Suharyati, D. S., & Santosa, P. E. (2018). Prevalensi Cacing Saluran Pencernaan Pada Sapi Bali Di Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan. In Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Vol. 2, Issue 3).
Rofiq, M. N. (2014). Jenis Cacing pada Feses Sapi di TPA Jatibarang dan KTT
Sidomulyo Desa Nongkosawit Semarang. Skripsi. Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. Semarang.
Supriyanto, S. (2017). Pengaruh pemberian albendazole terhadap helminthiasis sapi potong. Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian, 14(25), 43–50. https://doi.org/10.36626/jppp.v14i25.43
Zulfikar, Sayed Umar, T. Reza Farasyi, & Maruf Tafsin. (2017). Hubungan Lingkungan Dengan Tingkat Infestasi Nematoda Gastrointestinal Pada Sapi di Aceh. Serambi Engineering, II(3), 118–123
Copyright (c) 2026 Bintang Karisma, Madi Hartono, Sri Suharyati, Purnama Edy Santosa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








