Pengaruh Asam Asetat dan Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) terhadap Kualitas Sensori Telur Asin Ayam Ras
Abstract
Pemeliharaan itik di Indonesia banyak dilakukan secara tradisional sehingga rentan terhadap penyakit misalnya Avian Influenza (AI) dan Newcastle Disease (ND). Vaksinasi menjadi pilihan utama untuk mencegah infeksi virus, namun keberhasilannya dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk status imun ternak. Kondisi immunosupresif dapat menyebabkan titer antibodi rendah sehingga diperlukan imunomodulator. Suplemen nutrisi (Milk Replacer) memiliki kandungan protein, lemak, vitamin, serta mineral yang bisa mendorong pertumbuhan, meningkatkan efisiensi pakan, dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memeriksa pengaruh pemberian suplemen nutrisi dalam ransum pada titer antibodi Avian Influenza (AI) serta Newcastle Disease (ND) pada itik pedaging. Penelitian ini dilakukan pada Maret--April 2025 di Kandang Lab. Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental melalui 4 perlakuan serta 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan dalam ransum dengan P0: (kontrol), P1: penambahan Milk Replacer 25 gram / kg pakan, P2: penambahan Milk Replacer 50 gram / kg pakan, serta P3: penambahan Milk Replacer 75 gram / kg pakan. Pemeriksaan titer antibodi AI serta ND dilaksanakan di PT Medion, Bandar Lampung. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode deskriptif. Temuan penelitian ini memperlihatkan titer antibodi AI paling tinggi yakni P1 (log 100,22) serta titer antibodi ND tertinggi pada perlakuan P2 (log 37,44). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dosis yang paling efektif digunakan untuk meningkatkan titer antibodi Avian Influenza pada perlakuan P1 yaitu 25 gram/kg pakan Milk Replacer sedangkan untuk penyakit Newcastle Disease menggunakan dosis P2 50 gram/kg pakan Milk Replacer.
References
Amelia, W., Santosa, P. E., & Suharyati, S. (2016). The Effect of Inactivated AI (Avian Influenza) Vaccine Doses in Female Ducks Against The Antibody Titers Produced. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 4(2). http://tiaradevita.blogspot.co.id/2009/0
Arianti, & Ali, A. (2009). Performans Itik Pedaging (Lokal X Peking) pada Fase Starter yang diberi Pakan dengan Persentase Penambahan Jumlah Air yang Berbeda. Jurnal Peternakan, 6(2), 71–77.
Arzey, G. (2007). Newcastle Disease: Compulsory Vaccination. NSW Department of Primary Industries.
Bartol, F. F., Wiley, A. A., Miller, D. J., Silva, A. J., Roberts, K. E., Davolt, M. L.P., Chen, J. C., Frankshun, A. L., Camp, M. E., Rahman, K. M., Vallet, J. L., & Bagnell, C. A. (2013). Lactation Biology Symposium: Lactocrine Signaling and Developmental Programming. Journal of Animal Science, 91(2), 696–705. https://doi.org/10.2527/jas.2012-5764
Colditz, I. G. (2002). Effects of The Immune System on Metabolism: Implications for Production and Disease Resistance in Livestock. Livestock Production Science, 75, 89–104. https://www.elsevier.com/locate/livprodsci
Fadilah, R. (2004). Ayam Broiler. Agromedia Pustaka.
Hakim, F. T., Liman, Suharyati, S., & Erwanto. (2022). Pengaruh Suplementasi Portulaca Oleracea dengan Level yang Berbeda terhadap Kadar Trigliserida dan HDL (High Density Lipoprotein) Serum Darah Kambing Jawarandu (Capra Aegagrus Hircus). Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan, 6(1), 96–102. https://doi.orgram/10.23960/jrip.2022.6.1.96-102
Kenéz, Á., Koch, C., Korst, M., Kesser, J., Eder, K., Sauerwein, H., & Huber, K. (2018). Different Milk Feeding Intensities During The First 4 Weeks of Rearing Dairy Calves: Part 3: Plasma Metabolomics Analysis Reveals Long-Term Metabolic Imprinting in Holstein Heifers. Journal of Dairy Science, 101(9), 8446–8460. https://doi.orgram/10.3168/jds.2016-11594
Manin, F., Hendalia, E., & Yusrizal. (2012). Potensi Bakteri Bacillus dan Lactobacillus Sebagai Probiotik Untuk Mengurangi Pencemaran Amonia pada Kandang Unggas. Jurnal Peternakan Indonesia, 14(2), 360–367.
Moallem, U., Werner, D., Lehrer, H., Zachut, M., Livshitz, L., Yakoby, S., & Shamay, A. (2010). Long-term Effects of Ad Libitum Whole Milk Prior to Weaning and Prepubertal Protein Supplementation on Skeletal Growth Rate and First-Lactation Milk Production. Journal of Dairy Science, 93(6), 2639–2650. https://doi.org/10.3168/jds.2009-3007
Novieta, I. D., Putera, M. W., Munir, & Fitriani. (2023). Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar Ransum Ternak Itik Mojosari (Anas platyrhynchos) dengan Penambahan Tepung Daun Talas (Colocasia esculenta L). Journal of Animal Husbandry, 2(1), 49–55. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/anoa.v2i1.35827
Rahma, A. N., Abbas, H. H., & Gafur, A. (2023). Konsentrasi Gas Amoniak (NH_3) dan Gangguan Kesehatan pada Pemulung di TPA Tamangapa Kota Makassar. Journal of Aafiyah Health Research, 4(2), 17–28
Saputra, I. P. G. A. J., Astawa, I. P. A., & Sudiastra, I. W. (2021). Pengaruh asam amino lysine dan methionine terhadap persentase karkas dan potongan komersial karkas broiler umur 32 hari. Jurnal Peternakan Tropika, 9(3), 569–587. https://ojs.unud.ac.id/index.php/tropika/article/view/77514
Selan, O. I., Lisnahan, C. V, & Nahak, O. R. (2020). Pengaruh suplementasi lthreonine dalam pakan terhadap berat potong dan berat non karkas ayam broiler. Journal of Animal Science, 7(1), 5–6.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Tizard, I. R. (2009). Pengantar Imunologi Veteriner (Edisi ke-8). Universitas Airlangga Press.
Widodo, N., Wihandoyo, & Supadmo. (2009). Pengaruh Level Formalin dan Frekuensi Penambahan Litter Terhadap Karakteristik Litter Ayam Broiler. Buletin Peternakan, 33(3), 170–177
Copyright (c) 2026 Jeni Setya Putri, Muhtarudin Muhtarudin, Siswanto Siswanto, Purnama Edy Santosa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








