Efektivitas Pemberian Daun Kelor (Moringa oleifera) Dan Bawang Putih (Allium sativum)terhadap Total Leukosit dan Diferensial Leukosit pada Ayam ULU

  • Adillyo Apri Andika Mahasiswa
  • Siswanto Siswanto
  • Sri Suharyati
  • Purnama Edy Santosa

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran darah leukosit dan diferensial leukosit pada ayam ULU yang diberikan ekstrak daun kelor (Morina oleifera) dan bawang putih (Allium sativum). Penelitian ini dilaksanakan pada Mei 2023 sampai Juli 2023 di Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Analisis sampel darah dilaksanakan di Laboratorium Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada. Metode yang digunakan yaitu eksperimental dengan 5 perlakuan dengan ulangan 3 kali. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 : Kontrol, P1 : 2,5 mg/kg (BB)/hari Bawang Putih, 5 mg/kg (BB)/hari daun Kelor, P2 : 5 mg/kg (BB)/hari Bawang Putih, 10 mg/kg (BB)/hari daun Kelor, P3 : 7,5 mg/kg (BB)/hari Bawang Putih, 15 mg/kg (BB)/hari daun Kelor, P4 : 10 mg/kg (BB)/hari Bawang Putih, 20 mg/kg (BB)/hari daun Kelor. Data yang diperoleh disusun dengan bentuk tabulasi dan dianalisis secara deskriptiFHasil penelitian menunjukan pemberian estrak bawang putih (Allium sativum) dan daun kelor (Moringa oliefera) pada ayam ULU memiliki nilai rata-rata leukosit dan diferensial leukosit heterofil, eoesinofil, basofil, monosit dan limsofit berada pada kisaran normal. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian perlakuan pada kelompok perlakuan P2 dengan dosis 5 mg/kg (BB)/hari (Allium sativum) dan 10 mg/kg (BB)/hari (Moringa oliefera) memberikan nilai rata-rata leukosit dan diferensial leukosit yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah di bandingkan dengan kelompok perlakuan  P0, P1, P3, dan P4.

References

Alviameita, A., & Puspitasari. (2017). Modul Praktikum Hematologi 1. In Modul Praktikum Hematologi 1. UMISIDA PRESS. https://doi.org/10.21070/2018/978-979-3401-97-3

Aprilyani, E. (2017). Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum) terhadap Trombosit dan Fibrinogen Darah Kelinci yang Terinfeksi Koksidiosis (Issue November). Universitas Jenderal Soedirman.

Astuti, A., & Santosa, P. E. (2015). Pengaruh Cara Pemberian Konsentrat-Hijauan Terhadap Respon Fisiologis dan Performa Sapi Peranakan Simmental. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 3(4), 201–207. https://doi.org/10.23960/jipt.v3i4.1098

Damayanti, R., & Tahirah, H. (2024). Skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol bawang putih (Allium sativum L.) dengan metode ABTS. Jurnal Novem Medika Farmasi, 3(1), 11–20. https://doi.org/10.59638/junomefar.v3i1.869

Dharmawan, N. S. (2022). Pengantar Patologi Klinik Veteriner Hematologi Klinik. Penerbit Universitas Udayana.

Etikaningrum, & Iwantoro, S. (2017). Kajian Residu Antibiotika pada Produk Ternak Unggas di Indonesia. Jurnal Ilmu Produksi Dan Teknologi Hasil Peternakan, 5(1), 29–33. https://journal.ipb.ac.id/ipthp/article/view/19624

Fakhruddin, D. A., Siswanto, Septinova, D., & Santosa, P. E. (2023). Gambaran total leukosit dan diferensial leukosit ayam kampung (Gallus gallus domesticus) dengan pemberian ekstrak sambiloto. Accident Analysis and Prevention, 183(2), 153–164. https://doi.org/10.23960/jrip.2023.7.1.48-56

Guyton, A. C., & Hall, J. E. (2010). Fisiologi Kedokteran (11th ed.). Elsevier Saunders.

Junguera, L.C. 1977. Basic histology. Edisi kedelapan. Mc Graw-Hill. New York.

Liu, B. Y., Wang, Z. Y., Yang, H. M., Wang, J. M., Xu, D., Zhang, R., & Wang,

Q. (2011). Influence of rearing system on growth performance, carcass traits, and meat quality of Yangzhou geese. Poultry Science, 90(3), 653–659. https://doi.org/10.3382/ps.2009-00591

Lokapirnasari, W. P., Setiawan, A., & Prawesthirini, S. (2015). Potensi kombinasi bakteri dan jamur selulolitik pada fermentasi bekatul terhadap kandungan serat kasar dan protein kasar. Buletin Peternakan, 39(3), 174–179. https://doi.org/10.21059/buletinpeternak.v39i3.7985

Prakoeswa, F. R. S. (2020). Peranan Sel Limfosit dan Imunulogi: artikel reviuw. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 2(4), 710714.

Sheby, A., Lestari, R. B., & Permadi, E. (2023). Pengaruh Pemberian Fitobiotik Asal Daun Ketapang(Terminalia Catappa) dan Temulawak (Curcuma Xanthorriza Roxb) Terhadap Organ Dalam Ayam Kampung ULU (Unggas Lestari Unggul). Jurnal Peternakan Borneo, 2(2), 53–58. https://doi.org/10.26418/jpb.v1i1.0000

Simbolan, J. M. (2008). Cegah Malnutrisi dengan Kelor. Kanisius.

Sitompul, S. A., Sjofjan, O., & Djunaidi, I. H. (2016). Pengaruh beberapa jenis pakan komersial terhadap kinerja produksi kuantitatif dan kualitatif ayam pedaging. Buletin Peternakan, 40(3), 187. https://doi.org/10.21059/buletinpeternak.v40i3.11622

Tillman, A. D., Hartadi, Reksohadiprodjo, S., Prawirokusumo, S., & Lebdosoekojo, S. (2008). Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press.

Wibowo, A. S. (2018). Total Leukosit dan Diferensial Leukosit Ayam Broiler yang diberi Probiotik Kapang Chrysonilia Crassa dalam Ransum: Vol. XIV (Issue 1). Universitas Diponegoro.

Zenudin, R. (2013). Gambaran Sel Darah Putih dan Indeks Stres Ayam Broiler Yang Diberi Sirup Temulawak Plus. Institut Pertanian Bogor

Published
2026-05-08
How to Cite
Andika, A., Siswanto, S., Suharyati, S., & Santosa, P. (2026). Efektivitas Pemberian Daun Kelor (Moringa oleifera) Dan Bawang Putih (Allium sativum)terhadap Total Leukosit dan Diferensial Leukosit pada Ayam ULU. Jurnal Riset Dan Inovasi Peternakan, 10(2), 214-223. https://doi.org/10.23960/jrip.2026.10.2.214-223