Pengaruh Pemberian Perasan Bawang Merah Dengan Level yang Berbeda Terhadap Morfologi Rumput Pakchong
Abstract
Perbanyakan vegetatif dengan stek membutuhkan penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) untuk mempercepat pertumbuhan akar dan tunas. Rumput pakchong (Pennisetum purpureum cv Thailand) adalah hijauan pakan ternak yang sangat baik dengan produksi tinggi dan kandungan protein kasar sebesar 16-18%. Karena kandungan auksin, giberelin, dan sitokininnya, bawang merah memiliki potensi sebagai ZPT alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian perasan bawang merah dengan level yang berbeda dapat memengaruhi morfologi rumput pakchong. Penelitian ini dilakukan di Dusun Bangun Sari, Desa Way Sari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, dari Oktober hingga Desember 2025. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial digunakan, dengan lima perlakuan dan lima ulangan, yaitu P0 (kontrol), P1 (25%), P2 (45%), P3 (65%), dan P4 (85%) perasan bawang merah. Variabel meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, rasio daun dan batang, berat akar segar, dan luas permukaan daun. Semua variabel morfologi yang diamati tidak berpengaruh secara signifikan (P>0,05) oleh pemberian perasan bawang merah.
References
Adhianto, K., Liman, Muhtarudin, & Wijaya, A. K. (2021). Introduksi budidaya dan fermentasi rumput Packhong sebagai pakan ternak di Desa Rantau Fajar Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Sinergi, 2(1), 25–30. https://doi.org/10.23960/jsi.v2i1.21
Alimudin, Syamsiah, M., & Ramli. (2017). Aplikasi pemberian ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) terhadap pertumbuhan akar stek batang mawar (Rosa Sp.) varietas Malltic. Agroscience, 7(1), 194–202. https://doi.org/10.35194/agsci.v7i1.52
Dendi, Supriyono, & Putra, B. (2019). Pengaruh pemberian pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil rumput Meksiko (Euchlaena Mexicana) pada tanah Ultisol. Stock Peternakan, 1(1), 1–10. https://ejournal.uniks.ac.id/index.php/Stock/article/view/319
Dwijoseputro, D. (2004). Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.
Fadhil, I., Rahayu, T., & Hayati, A. (2018). Pengaruh kulit bawang merah (Allium cepa L.) sebagai ZPT alami terhadap pembentukan akar stek pucuk tanaman krisan (Chrysanthemum sp). Jurnal SAINS ALAMI, 1(1), 34–38. https://doi.org/10.33474/j.sa.v1i1.1396
Gupitasari, D., Mardiyah, N., & Asra, R. (2019). Auksin memiliki kemampuan meningkatkan pemanjangan sel ke arah vertikal sehingga tinggi tanaman dapat meningkat.Jurnal agroradix ,8 (1), 5–10. https://doi.org/10.52166/agroradix.v2i2.1587
Hopkins, G. W., & Hunner, N. P. A. (2004). Introduction to Plant Physiology (4th ed.). John Wiley & Sons, Inc., United States of America. https://www.google.co.id/books/edition/Introduction_to_Plant_Physiology/S-pFAQAAIAAJ
Kurniati, F., T. Sudartini, & D. Hidayat. (2017). Aplikasi berbagai bahan ZPT alami untuk meningkatkan pertumbuhan bibit kemiri sunan (Reutealis trisperma). J. Agro, 4(1), 40–49. https://doi.org/10.15575/1314
Kurniati, T., Yusup, Y., & Sari, R. P. (2019). Kandungan hormon auksin dan giberelin pada umbi bawang merah (Allium cepa L.) serta potensinya sebagai zat pengatur tumbuh alami. Jurnal Agroradix, 8(1), 5–12. https://doi.org/10.52166/agroradix.v3i1.1717
Lakitan, B. (2011). Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Laurin, C., Liman, Erwanto, & Muhtarudin. (2024). Pengaruh berbagai jenis ameliorant terhadap kualitas rumput pakchong pada tanah ultisol. Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan, 8(3), 500–506. https://doi.org/10.23960/jrip.2024.8.3.500-506
Marfirani, M., Rahayu, Y. S., & Ratnasari, E. (2014). Pengaruh pemberian berbagai konsentrasi filtrat umbi bawang merah dan Rootone-F terhadap pertumbuhan stek melati rato ebu. Jurnal Lentera Bio, 3(1), 73–76. https://journal.unesa.ac.id/index.php/lenterabio/article/view/1655
Muslimah, Jalil, Hadianto, Sarwanidas, & Hasan. (2015). Pengaruh konsentrasi ekstrak bawang merah dan media tanam terhadap pertumbuhan setek Mucuna (Mucuna bracteata). Jurnal Agrotek Lestari, 1(1), 1–13. https://jurnal.utu.ac.id/agrotek/article/view/178
Nadya, N. Z., & Asmono, L. S. (2023). Respon pertumbuhan bibit tebu (Saccharum officinarum L.) pada aplikasi biostimulan dari ekstrak bawang merah. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 23(4), 573–578. https://doi.org/10.25181/jppt.v23i4.2982
Paelongan, A. H., & Malau, K. M. (2023). Pengaruh ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) sebagai zat pengatur tumbuh pada benih kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal Agro Industri Perkebunan, 11(3) 185–196. https://doi.org/10.25181/jaip.v11i3.3135
Pitaksinsuk, C., Boonjaracha, J., & Wongpipat, J. (2010). Data Collection of Fodder Nutritional. Bureau of Animal Nutrition, Department of Livestock Development.
Rahman, M. M., Norshazwani, M. S., Gondo, T., Maryana, M. N., & Akashi, R. (2020). Oxalate and silica contents of seven varieties of Napier grass. South African Journal of Animal Science, 50(3), 397–402. https://doi.org/10.4314/sajas.v50i3.6
Ramadayanti, D., Saefurohman, A., & Windarsih, G. (2023). Pengaruh ekstrak umbi bawang merah (Allium cepa L.) terhadap pertumbuhan sawi hijau (Brassica juncea [L.] Czern.). Tropical Bioscience, 3(2), 150–158. https://doi.org/10.32678/tropicalbiosci.v3i2.9508
Ririn, Kurniati, T., & Sari, R. P. (2025). Pemberian ekstrak bawang merah dengan konsentrasi 25% menunjukkan hasil terbaik pada luas daun terhadap tanaman kakao. Jurnal Pertanian Terapan, 5(1).
Sari, P., Intara, Y. I., & Nazari, A. P. D. (2019). Pengaruh jumlah daun dan konsentrasi Rootone-F terhadap pertumbuhan bibit jeruk nipis lemon (Citrus limon L.) asal stek pucuk. Ziraa’ah Majalah Ilmiah Pertanian, 44(3), 365–376. https://doi.org/10.52166/jpt.v5i1.6214
Siskawati, E., Riza, L., & Mukarlina. (2013). Pertumbuhan stek batang jarak pagar (Jatropha curcas L.) dengan perendaman larutan bawang merah (Allium cepa L.) dan IBA (Indol Butyric Acid). J. Protobiont, 2(3), 167–170. https://doi.org/10.21107/agrovigor.v8i1.1098
Sudrajad, H. (2015). Pengaruh NAA dan BAP terhadap eksplan Pegagan (Centella asiatica L.). Agrovigor, 8(1), 31-36. https://doi.org/10.21107/agrovigor.v8i1.1098
Suherman, D., & Herdiawan, I. (2021). Karakteristik, produktivitas dan pemanfaatan rumput gajah hibrida (Pennisetum purpureum cv Thailand) sebagai hijauan pakan ternak. Maduranch, 6(1), 37–44. https://doi.org/10.53712/maduranch.v6i1.1118
Supriyanto, E. A., & Yulianto, W. (2022). Pengaruh konsentrasi ZPT auksin dan panjang entres terhadap pertumbuhan bibit tanaman alpukat (Persea americana L.). Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian, 24(1). https://doi.org/10.33061/innofarm.v24i1.7370
Tarigan, P. L., Nurbaiti, & Yoseva, S. (2017). Pemberian ekstrak bawang merah sebagai zat pengatur tumbuh alami pada pertumbuhan setek lada (Piper nigrum L.). JOM FAPERTA, 4(1), 2–4.
Yunindanova, M. B., Budiastuti, M. S., & Purnomo, D. (2018). The analysis of endogenous auxin of shallot and its effect on the germination and growth of organically cultivated melon (Cucumis melo). IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 215, 012018. https://doi.org/10.1088/1755-1315/215/1/012018
Copyright (c) 2026 Rindiani Rindiani, Liman Liman, Anggi Derma Tungga Dewi, Muhtarudin Muhtarudin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








