Pengaruh Subsitusi Daun Singkong Dengan Azolla (Azolla pinnata) terhadap Kadar Protein Dan Kadar Laktosa Susu Kambing Perah Peranakan Etawa
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi daun singkong dengan azolla terhadap kadar protein dan laktosa pada susu kambing perah Peranakan Etawa (PE). Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga November 2025 di Peternakan Soccer Mania yang berlokasi di Desa Sumbergede, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Analisis kualitas susu kambing dilakukan di Laboratorium Produksi Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas tiga perlakuan dengan tiga kelompok sebagai ulangan, sehingga diperoleh sembilan satuan percobaan. Perlakuan yang diberikan meliputi P0 (70% daun singkong + 30% ampas tahu), P1 (65% daun singkong + 30% ampas tahu + 5% azolla), dan P2 (60% daun singkong + 30% ampas tahu + 10% azolla). Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%. Apabila hasil analisis menunjukkan pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ransum P0, P1, dan P2 tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap kadar protein maupun laktosa susu kambing perah PE. Meskipun demikian, perlakuan P1 (65% daun singkong + 30% ampas tahu + 5% azolla) cenderung menghasilkan nilai kadar protein dan laktosa susu yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Secara umum, kadar protein dan laktosa susu yang diperoleh masih berada dalam kisaran standar yang berlaku di Indonesia.
References
Abidin, Z., & Sodiq, A. (2008). Meningkatkan produksi susu kambing Peranakan Etawa. PT Agro Media Pustaka.
Arifin, M., Oktaviana, A. Y., Wihansah, R. R. S., Yusuf, M., Rifkhan, Negara, J. K., & Sio, A. K. (2016). Kualitas fisik, kimia, dan mikrobiologis susu kambing pada waktu pemerahan yang berbeda. Jurnal Ilmu Produksi Dan Teknologi Hasil Peternakan, 4(2), 291–299.
Badan Standarisasi Nasional. 2011. Standar Nasional Indonesia. Susu Segar. Jakarta.
Bouderka, G., Nabi, M., Kebbal, S., Hadj Omar, K., Salhi, O., Khelifi Touhami, N. A., & Ouchene, N. (2025). Effects of goat breeds on the physicochemical properties of raw goat milk. Journal of the Saudi Society of Agricultural Sciences, 24(5). https://doi.org/10.1007/s44447-025-00049-0
Christi, R. F., & Rohayati, T. (2017). Pengaruh pemberian konsentrat terfermentasi terhadap kadar protein, laktosa, dan bahan kering tanpa lemak susu kambing Peranakan Etawa. Jurnal Ilmu Peternakan (JANHUS), 1(2), 19–27.
Ciappesoni, G., Přibyl, J., Milerski, M., & Mareš, V. (2004). Factors affecting goat milk yield and its composition. Czech Journal of Animal Science, 49(11), 465–473. https://doi.org/10.17221/4333-cjas
Dedok, K. A., Sulistijo, E. D., Umbu, Y., Sobang, L., Amalo, D., Peternakan, F., Perikanan, K., Cendana, U. N., Sucipto, J. A., & Timur, N. T. (2025). Pengaruh Pemberian Pakan Komplit Terhadap Konsumsi dan Kecernaan Protein Kasar dan Serat Kasar Kambing Jantan The Effect of Complete Feeding on the Consumption and Digestibility of Crude Protein and Crude Fiber in Male Goats. 7(2), 193–200.
Fu, R., Yu, Y., Suo, Y., Fu, B., Gao, H., Han, L., & Leng, J. (2025). Effects of Feeding Reduced Protein Diets on Milk Quality, Nitrogen Balance and Rumen Microbiota in Lactating Goats. Animals, 15(6), 1–20. https://doi.org/10.3390/ani15060769
Haryaningtyas, H., Lufiyanti, L., & Hanif, M. (2025). Edukasi Pemanfaatan Ampas Tahu dan Azolla sebagai Bahan Tambahan Makanan untuk Ternak Unggas Berkelanjutan di Kabupaten Madiun. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 3(4), 2755–2761. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.908
Hassanein, H. A. M., Aristide, M., Magdy H., A. E.-F., Pasquale, D. P., Heba A., E.-S., Ahmed, M. H., & Abdelfattah, Z. M. S. (2023). Inclusion of Azolla pinnata as an unconventional feed of Zaraibi dairy goats, and effects on milk production and offspring performance. Frontiers in Veterinary Science, 1–8.
Ikhwanti, A. (2014). Efek pemberian biskuit biosuplemen terhadap daya cerna ransum, kadar laktosa dan kalsium susu pada kambing Peranakan Etawah. Institut Pertanian Bogor.
Ine, K., Rezki, A., Aminurrahman, Ayu, I., Gifari, Z. Al, Septian, Nano, I. G., & Anwar1., K. (2025). Buletin Peternakan Tropis Integrasi Faktor Genetik Dan Nutrisi Dalam Produksi Dan Kualitas Susu Kambing Perah : Review Kebutuhan masyarakat Indonesia akan. 6(1), 57–71.
Lin, Y., Sun, X., Hou, X., Qu, B., Gao, X., & Li, Q. (2016). Effects of glucose on lactose synthesis in mammary epithelial cells from dairy cows. BMC Veterinary Research, 12(1), 1–11. https://doi.org/10.1186/s12917-016-0704-x
McDonald, P., Edwards, R. A., Greenhalgh, J. F. D., & Morgan, C. A. (2011). Animal Nutrition (7th ed.). Prentice Hall.Arifin, M., Nuraini, & Yurnalis. (2016). Kualitas fisik, kimia, dan mikrobiologi susu kambing Peranakan Etawa pada pemberian pakan yang berbeda. Jurnal Peternakan Indonesia, 18(2), 90–98.
Nayik, G. A., Jagdale, Y. D., Gaikwad, S. A., Devkatte, A. N., Dar, A. H., & Ansari, M. J. (2022). Nutritional Profile, Processing and Potential Products: A Comparative Review of Goat Milk. Dairy, 3(3), 622–647. https://doi.org/10.3390/dairy3030044
Prasetio, I., Tuswati, S. E., Evadewi, F. D., & Sarwanto, D. (2025). Karakteristik Fisik Ternak Kambing Peranakan Etawa. 27(2), 58–65.
Prihatiningsih, G. E., Purnomoadi, A., & Harjanti, D. W. (2015). Hubungan antara konsumsi protein dengan produksi, protein dan laktosa susu kambing Peranakan Etawa. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 25(2), 20–27.
Ratya, N., Taufik, E., & Arief, I. I. (2017). Karakteristik kimi, fisik, dan mikrobiologis susu Kambing Peranakan Etawa di Bogor. Jurnal Ilmu Produksi Dan Teknologi Hasil Peternakan, 5(1), 1–4.
Setiawan, J., Maheswari, R. R. A., & Purwanto, B. P. (2013). Sifat Fisik dan Kimia, Jumlah Sel Somatik dan Kualitas Mikrobiologis Susu Kambing Peranakan Ettawa. Acta VETERINARIA Indonesiana, 1(1), 32–43. https://doi.org/10.29244/avi.1.1.32-43
Sudrajat, A., Fadillah, T., Amin, L., & Febrianto Christi, R. (2025). Analisis Kinerja Produksi Kambing Perah Pada Bangsa Yang Berbeda. Tropical Animal Science, 7(1), 95–104. https://doi.org/10.36596/tas.v7i1.1793
Susilo, A., Setia Utami, I., & Suryanto, A. (2024). Cultivation of Azolla Microphylla as an Alternative Feed for Goats in Kalikesur Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency. JAKADIMAS (Jurnal Karya Pengabdian Masyarakat), 2(1), 1–9. https://doi.org/10.33061/jakadimas.v2i1.10101
Thai Agricultural Standard. (2008). Raw Goat Milk. National Bureau of Agricultural Commodity and Food Standards, Ministry of Agriculture and Cooperatives.
Utari, F. D., Prasetiyono, B. W. H. T., & Muktiani, A. (2012). Kualitas susu kambing perah Peranakan Etawa yang diberi suplementasi protein terproteksi dalam wafer pakan komplit berbasis limbah agroindustri. Jurnal Animal Agriculture, 1(1), 427–441.
Yuan, H., Yang, W., Ali, S., Behan, A. A., Chen, L., Li, W., Gao, W., Arain, M. A., Nabi, F., Buzdar, J. A., & Li, Z. (2026). From ponds to pastures: Azolla as a functional and climate-smart feed resource for poultry and livestock. Poultry Science, 105(1), 106168. https://doi.org/10.1016/j.psj.2025.106168
Zhu, M., Zheng, Y., Lou, S., Zhang, R., Feng, D., Lei, X., Chen, L., Wang, J., Yao, J., & Deng, L. (2025). Taurodeoxycholic, taurocholic, and glycocholic acids promote hepatic gluconeogenesis via TGR5 in dairy cows. Journal of Animal Science and Biotechnology, 16(1), 1–16. https://doi.org/10.1186/s40104-025-01275-w
Copyright (c) 2026 Adila Zahra Tunnisa, Veronica Wanniatie, Liman Liman, Arif Qisthon

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








