Pengaruh Lama Perendaman dengan Substitusi KCl dan Penambahan Jahe Merah Terhadap Warna, Bobot, dan Hardness Yolk Telur Asin Ayam Ras
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi NaCl dengan KCl, penambahan jahe merah, dan lama perendaman terhadap kualitas yolk telur asin ayam ras yang meliputi warna, bobot, dan hardness yolk. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3×2 dengan empat ulangan. Faktor pertama perlakuan larutan perendaman yaitu P0 (larutan garam 20% sebagai kontrol), P1 (substitusi 20% NaCl dengan KCl + jahe merah 8%), dan P2 (substitusi 20% NaCl dengan KCl + jahe merah 16%), serta faktor kedua lama perendaman 14 dan 28 hari. Parameter yang diamati meliputi warna, bobot, dan hardness yolk. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANARA) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara substitusi KCl 20% yang dikombinasikan dengan penambahan jahe merah 8% dan16% dengan lama perendaman terhadap kualitas yolk telur asin ayam ras (P>0,05). Penambahan garam KCl dan jahe merah 8% dan 16% juga tidak memberikan pengaruh nyata terhadap warna, bobot, dan hardness yolk telur asin ayam ras (P>0,05). Lama perendaman hingga 28 hari tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas yolk telur asin ayam ras (P>0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa substitusi KCl 20% serta penambahan jahe merah 8% dan 16% dengan lama perendaman 14 hari dan 28 hari tidak mempengaruhi kualitas fisik yolk telur asin ayam ras.
References
Ahmed, I., Qazi, I. M., & Jamal, S. (2016). Developments in osmotic dehydration technique for the preservation of fruits and vegetables. Innovative Food Science & Emerging Technologies, 34, 29–43. https://doi.org/10.1016/j.ifset.2016.01.003
Banurea, L. (2017). Pengaruh penggunaan jahe merah pada pembuatan telur asin cara basah terhadap kualitas fisik telur asin samak. Skripsi. Universitas Jambi.
Derossi, A., De Pilli, T., & Severini, C. (2012). Some advances in salting and drying of fish products. Dalam A. Eissa (Ed.), Structure and function of food engineering. Intech.
Desmond, E. (2006). Reducing salt: A challenge for the meat industry. Meat Science, 74(1), 188–196. https://doi.org/10.1016/j.meatsci.2006.04.014
Kaewmanee, T., Benjakul, S., & Vissessanguan, W. (2009). Effect of salting processes on chemical composition, textural properties and microstructure of duck egg. Journal of the Science of Food and Agriculture, 89, 625–633. https://doi.org/10.1002/jsfa.3492
Li, X., Chen, S., Yao, Y., Wang, N., Xu, M., Zhang, Y., & Tu, Y. (2022). The quality characteristics formation and control of salted eggs: A review. Foods, 11(19). https://doi.org/10.3390/foods11192949
Lilan, X., Zhao, Y., Xu, M., Yao, Y., Wu, N., & Huaying, T. (2019). Changes in physico-chemical properties, microstructure, protein structures and intermolecular force of egg yolk, plasma and granule gels during salting. Food Chemistry, 275, 600–609. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2018.09.078
Liu, Y., Chen, J., Zhang, B., Sheng, Y., Zhang, Y., Dong, M., Wang, Y., Dai, R., Li, X., & Jin, F. (2022). Evaluation of the quality and flavor of salted duck eggs with partial replacement of NaCl by non-sodium metal salts. LWT, 172, 114206. https://doi.org/10.1016/j.lwt.2022.114206
Ridhowati, S. & Lita, S. (2024). The Effects of Salt Addition on Corned Catfish (Clarias Sp.) Products. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(7): 630–41. https://doi:10.17844/jphpi.v27i7.51077.
Saputra, R., Septinova, D., & Kurtini, T. (2015). Pengaruh lama penyimpanan dan warna kerabang terhadap kualitas internal telur ayam ras. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 3(1), 75–80.
Septinova, D., Pratiwi, P. D., Riyanti, & Nova, K. (2023). Karakteristik warna, pH, dan indeks yolk telur ayam yang dibalur ketumbar pada lama pemeraman yang berbeda. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 11(2), 121–139.
Septinova, D., Isnaini, N., Erlinda, D., Nova, K., & Riyanti. (2024). The effect of NaCl, KCl, CaCl2 and coriander on the characteristics of salted chicken eggs. Archives of Anesthesiology and Critical Care, 68(11), 1055–1064.
Surmini, S., Septinova, D., Riyanti, & Nova, K. (2024). Evaluasi kualitas yolk ayam ras herbal pada umur ayam yang berbeda. Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan, 8(3), 453–462. https://doi.org/10.23960/jrip.2024.8.3.453-462
Wang, T. H. (2017). Salting yolks directly using fresh duck egg yolks with salt and maltodextrin. Journal of Poultry Science, 54(1), 97–102. https://doi.org/10.2141/jpsa.0160027
Wibowo, D. G., Wibawa, Y. A., & Mujahid, A. (2017). Penambahan ekstrak jahe (Zingiber officinale var amarum) dan ekstrak kunyit putih (Curcuma zedoaria) pada pembuatan telur asin dengan variasi lama pemeraman. Jurnal Teknologi Pertanian, 8(2), 16–25.
Wulandari, Z., & Arifah, I. (2022). Review: Tepung telur ayam: Nilai gizi, sifat fungsional dan manfaat. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan, 10(2), 62–68. https://doi.org/10.29244/jipthp.10.2.62-68
Xiao, C., Zhang, Y., Guo, T., Liu, W., Zhang, C., Wang, H., & Guo, R. (2023). A comparative study of pickled salted eggs by positive and negative pressure-ultrasonic method. Foods, 12. https://doi.org/10.3390/foods12071477
Xu, L., Zhao, Y., Xu, M., Yao, Y., Wu, N., Du, H., & Tu, Y. (2019). Changes in physico-chemical properties, microstructure, protein structures and intermolecular force of egg yolk, plasma and granule gels during salting. Food Chemistry, 275, 600–609. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2018.09.078
Zakaria, A. (2019). Pengaruh konsentrasi jahe merah terhadap kualitas organoleptik telur asin. Jurnal Peternakan Nusantara, 5(1), 1–10.
Zhang, Y., Li, X., & Chen, J. (2025). Effect of potassium chloride substitution on gel properties and protein structure of salted duck egg yolk. LWT, 195, 115150.
Copyright (c) 2026 Muhammad Dimas Marceleno, Khaira Nova, Dian Septinova, RR Riyanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








