Pengaruh Suplementasi Cu-lisinat, Zn-lisinat dan Metionin dalam Ransum Limbah Singkong terhadap Kecernaan Serat Kasar dan Protein Kasar Kambing Cross Boer
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mineral organik (Cu-lisinat dan Zn-lisinat) dalam ransum terhadap kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar pada kambing cross boer jantan. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental pada bulan Desember 2025 – Januari 2026 di Kahfi Farm, Jati Agung, Lampung Selatan, dengan analisis proksimat dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 3 perlakuan dan 4 ulangan dengan total 12 ekor kambing cross boer jantan. Perlakuan yang digunakan yaitu P0 (ransum basal 100%), P1 (P0 + mineral organik 40 ppm Zn-lisinat dan 10 ppm Cu-lisinat), dan P2 (P1 + penambahan asam amino metionin 0,1% sesuai rekomendasi produk). Peubah yang diamati meliputi kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mineral organik (Cu-lisinat dan Zn-lisinat) serta penambahan asam amino metionin dalam ransum tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan protein kasar maupun kecernaan serat kasar kambing cross boer jantan. Pemberian mineral organik Cu-lisinat dan Zn-lisinat serta metionin dalam ransum belum mampu meningkattkan kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar pada kambing cross boer jantan.
References
Afzalani, A., Musnandar, E., & Raguati, R. (2017). Efek Suplementasi Ampas Tahu dan Mineral Zn-Cu Organik terhadap Pertambahan Bobot Badan pada Penggemukan Sapi Bali yang Diberi ( Pakan Rumput Rawa ( Hyampeacne amplexicaules Rudge Ness )) ( Effect of Supplementation of Tofu Waste and organic mineral of Zn. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 20(2), 97–108.
Akbar, K., Wanniatie, V., Liman, L., & Muhtarudin, M. (2024). Pengaruh Imbangan Hijauan dan Konsentrat Terhadap Konsumsi Bahan Kering, Kecernaan Bahan Kering, dan Kecernaan Bahan Organik Kambing Perah Peranakan Etawa. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 12(3), 379-389.
Amelia, A. R. (2024). Pengaruh Pemberian Mineral Makro (Ca dan Mg) Terhadap Kecernaan Serat Kasar dan Protein Kasar Ransum Pada Domba Ekor Tipis Jantan. In Edu Research Indonesian Institute For Corporate Learning And Studies (IICLS), 5(1).
Anam, M. S., Astuti, A., Widyobroto, B. P., & Agus, A. (2023). Effect of dietary supplementation with zinc-methionine on ruminal enzyme activities , fermentation characteristics , methane production , and nutrient digestibility : An in vitro study. JOURNAL OF ADVANCED VETERINARY AND ANIMAL RESEARCH, 7710, 696–703.
Antika, D. M., Husni, A., Muhtarudin, M., & Erwanto, E. (2024). Perbandingan Suplementasi Mineral Kalsium dan Magnesium Metionin dengan Kalsium dan Magnesium Sabun dalam Ransum Terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Kambing Rambon. Jurnal Riset Dan Inovasi Peternakan, 8(2), 210–217.
Bezerra, H., Santos, E., Oliveira, J., Carvalho, G., Silva, F., Cassuce, M., Perazzo, A., Zanine, A., & Pinho, R. (2019). Performance and Ruminal Parameters of Boer Crossbred Goats Fed Diets that Contain Crude Glycerin. Animals, 1–10.
Genther, O., & Hansen, S. (2014). Effects of Supplemental Availa ® Zn on Growth and Carcass Characteristics of Finishing Cattle Fed Diets With or Without Optaflexx.
Gultom, E. P., Wahyuni, H. T., & Tafsin, M. (2016). Kecernaan Serat Kasar dan Protein Kasar yang Mengandung Pelepah Daun Kelapa Sawit dengan Perlakuan Fisik, Biologis, Kimia dan Kombinasinya pada Domba. Jurnal Peternakan Integratif, 4(2), 193–202.
Irawan, S. A., Hakiki, N., Alfarisy, M. A. F., Budi, A. T., Antika, L. L., & Alda, M. K. (2023). Pemanfaatan Silase Daun Singkong untuk Pakan Ternak Sebagai Peningkatan Kualitas Ternak. Eastasouth Journal of Positive Community Services, 1(03), 152–160. https://doi.org/10.58812/ejpcs.v1.i03
Jauhari, A. N., Hidayat, R., Setiyatwan, H., & Mayasari, N. (2025). Analisis Kualitas Fisik dari Silase Chicory dan Onggok dalam Berbagai Rasio dengan Tambahan EM4 dan Tanin Sebagai Aditif. Jurnal Pertanian Terpadu, 13(1), 105–114.
Muhtarudin, M., & Liman, L. (2006). Penentuan Tingkat Penggunaan Mineral Organik Untuk Memperbaiki Bioproses Rumen pada Kambing Secara IN Vitro. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 8(2), 132–140.
Nurkhasanah, I., Nuswantara, Limbang, K., Christiyanto, M., & Pangestu, E. (2020). Kecernaan Neutral Detergen Fiber (NDF) Acid Detergent Fiber (ADF) dan Hemiselulosa Hijauan Pakan Secara In Vitro. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, Volume 18, 55–63.
Soetanto, H. (2019). Pengantar Ilmu Nutrisi Ruminansia. Universitas Brawijaya Press.
Solaiman, S., Kerth, C., Willian, K., Min, B. R., Shoemaker, C., Jones, W., & Bransby, D. (2011). Growth Performance , Carcass Characteristics and Meat Quality of Boer-Cross Wether and Buck Goats Grazing Marshall Ryegrass. Asian-Aust. J. Anim. Sci., 24(3), 351–357.
Suprayitno, I., Humaidah, N., & Suryanto, D. (2020). Efektivitas Penambahan Mineral pada Pakan Terhadap Produksi Ternak Ruminansia. Jurnal Dinamika Rekasatwa, 3(2), 83–89.
Tillman, A. D., Hartadi, S., Reksohadiprodjo, S., Prawirokusumo, & Lepdosoekojo, S. (1998). Ilmu makanan ternak dasar. Gadjah Mada University Press.
Wu, G. (2013). Functional amino acids in nutrition and health. Amino Acids, 407–411. https://doi.org/10.1007/s00726-013-1500-6
Copyright (c) 2026 Syafira Aulia Rahma, Muhtarudin Muhtarudin, Liman Liman, Agung Kusuma Wijaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








