Efek Suplementasi Berbagai Akselerator pada Silase Onggok terhadap Bahan Kering, Konsentrasi Asam Laktat, pH, dan Nilai Fleigh
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suplementasi akselerator terbaik silase onggok terhadap bahan kering, konsentrasi asam laktat, pH, dan nilai fleigh. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober—November 2025 di Laboratorium Reproduksi Ternak dan Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan, yaitu P0 : onggok tanpa akselerator, P1 : onggok + ekstrak rumput fermentasi 30 ml/kg bahan segar, P2 : onggok + EM4 30 ml/kg bahan segar. Analisis data menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan akselerator silase onggok tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bahan kering dan konsentrasi asam laktat, namun penambahan akselerator berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai pH dan nilai fleigh. Berdasarkan uji lanjut BNT, penambahan akselerator pada perlakuan P1 dan P2 memberikan hasil terbaik dalam penurunan pH masing-masing 2,70 dan 2,72, serta meningkatkan nilai fleigh 133,06 dan 131,64.
References
Hidayat, B., Hasanudin, U., Muslihudin, M., Akmal, S., Nurdjanah, S., & Yuliana, N. (2021). Optimasi Proses Fermentasi Semi Padat Onggok Singkong Menggunakan Metode Response Surface Methodology (RSM). Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 21(2), 118–128. 10. https://doi.org/10.25181/jppt.v21i2.2075
Jasin, I., & Sugiyono, D. (2014). Pengaruh Penambahan Tepung Gaplek dan Isolat Bakteri Asam Laktat dari Cairan Rumen Sapi PO Terhadap Kualitas Silase Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) 16(2), 96–103. https://doi.org/10.25077/jpi.16.2.96-103.2014
Nurhayati, N., Berliana, B., & Nelwida, N. (2020). Kandungan nutrisi ampas tahu yang difermentasi dengan Trichoderma viride, Saccaromyces cerevisiae dan kombinasinya. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan, 23(12), 104–113. https://doi.org/10.22437/jiiip.v23i2.12938
Putri, S. P., Budiman, A., & Dhalika, T. (2022). Pengaruh Pemberian Aditif Em-4 Pada Ensilase Campuran Kulit Kopi Arabika dan Onggok terhadap Kandungan Bahan Kering dan Bahan Organik Silase yang dihasilkan. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan, 1(4), 45–52. https://doi.org/10.24198/jnttip.v4i2.39183
Ridwan, M., Saefulhadjar, D., Hernaman, D. I., Raya Bandung, J., Km, S., & Sumedang, J. (2020). Kadar Asam Laktat, Amonia, dan pH, Silase Limbah Singkong dengan Pemberian Molasses Berbeda. Majalah Ilmu Peternakan, 23(1), 30–34. https://doi.org/10.24843/mip.2020.v23.i01.p05
Sadarman, S., Febrina, D., Qomariyah, N., Mulia, F., Ramayanti, S., Rinaldi, S., Putri, T., Adli, D., Nurfitriani, R., Haq, M., Handoko, J., & Putera, A. (2023). The Effect of Molasses Addition as a Glucose Source on the Physic-chemical Characteristics of Elephant Grass Silage. Jurnal Ilmu Nutrisi Dan Teknologi Pakan, 21(1), 1–7. https://doi.org/10.29244/jintp.21.1.1-7
Sari, D. I., Legowo, A. M., & Al-Baarri, A. N. (2022). Penurunan Nilai pH pada Bakteri Lactobacillus bulgaricus di dalam Media yang Mengandung D-tagatosa dan D-fruktosa. Jurnal Teknologi Pangan, 1(6), 5–7. https://doi.org/10.14710/jtp.2022.20277
Sayuti, M., Ilham, F., & Nugroho, T. A. E. (2019). Pembuatan Silase Berbahan Dasar Biomas Tanaman Jagung Activities Of Making Silage Using Corn Biomassa. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 3(2), 299–307. https://doi.org/10.30595/jppm.v3i2.4144
Septian, F., Kardaya, D., & Astuti, W. D. (2011). Evaluasi Kualitas Silase Limbah Sayuran Pasar yang diperkaya dengan Berbagai Aditif dan Bakteri Asam Laktat. Jurnal Pertanian, 2(2), 117–124. https://doi.org/10.30997/jp.v2i2.576
Septian, M. H., Sihite, M., & Amhar, R. N. (2025). Kualitas mikrobiologi silase red napier (Pennisetum purpureum cv. Purple) yang diberi penambahan prebiotik inulin. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 13(1), 194–204. https://doi.org/10.23960/jipt.v13i1.p194-204
Suryadi, A. S. G., Hernaman, I., Rusmana, D., & Rosani, U. (2024). Pengaruh Penggunaan Suplemen Organik Cair Feses Sapi dalam Pembuatan Dedak Padi Aromatik Terhadap Nilai Kadar Asam Laktat, pH, Susut Bahan Kering dan Nilai Fleigh. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan, 6(4), 168–177. https://doi.org/10.24198/jnttip.v6i4.57523
Sutikno, Marniza, Selviana, & Musita, N. (2016). Pengaruh Konsentrasi Enzim Selulase, α-Amilase dan Glukoamilase Terhadap Kadar Gula Reduksi dari Onggok. Jurnal Teknologi Industri dan Hasil Pertanian, 21(1), 1–12. https://doi.org/10.23960/jtihp.v21i1.1%20%20-%2012
Umam, S., Indriani, N. P., & Budiman, A. (2015). Pengaruh Tingkat Penggunaan Tepung Jagung Sebagai Aditif Pada Silase Rumput Gajah (Pennisetum Purpureum) Terhadap Asam Laktat, NH3, dan pH. Skripsi. Universitas Padjajaran.
Wardana, I., Erwanto, E., Farda, F. T., Muhtarudin, M., & Tantalo, S. (2024). Pengaruh Penambahan Molases, Amonium Sulfat, dan Dolomit Terhadap Kualitas Fisik, Kadar Bahan Kering, dan Derajat Keasaman (pH) Silase Pucuk Tebu. Jurnal Riset Dan Inovasi Peternakan, 8(2), 315–323. https://doi.org/10.23960/jrip.2024.8.2.315-323
Wróbel, B., Nowak, J., Fabiszewska, A., Paszkiewicz-Jasińska, A., & Przystupa, W. (2023). Dry Matter Losses in Silages Resulting from Epiphytic Microbiota Activity—A Comprehensive Study. Agronomy, 2(24), 2–18. https://doi.org/10.3390/agronomy13020450
Copyright (c) 2026 Putri Pramudita, Liman Liman, Syahrio Tantalo, Muhtarudin Muhtarudin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








