Pengaruh Pemberian Premix dengan Dosis yang Berbeda terhadap Respons Fisiologis pada Sapi Limousin dan Simmental
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian premix dengan dosis
berbeda terhadap respons fisiologis sapi Limousin dan Simmental yang dipelihara dalam
kondisi lingkungan tropis. Penelitian dilaksanakan pada November—Desember 2025 di
Way Bungur, Lampung Timur, menggunakan 18 ekor sapi potong yang terdiri atas 9 ekor
sapi Limousin dan 9 ekor sapi Simmental berumur 1,5—2 tahun dengan bobot badan
252—461 kg. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola
faktorial 2 × 3 dengan tiga ulangan. Faktor pertama perlakuan adalah bangsa sapi
(Limousin dan Simmental), sedangkan faktor kedua perlakuan adalah dosis premix dalam
ransum, yaitu P0 (ransum basal), P1 (ransum basal + premix 0,2%), dan P2 (ransum basal
+ premix 0,4%). Peubah yang diamati meliputi frekuensi denyut jantung, frekuensi
respirasi, dan suhu rektal. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada
taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara dosis
premix dan bangsa sapi terhadap frekuensi denyut jantung, frekuensi respirasi, dan suhu
rektal (P>0,05). Selain itu, pemberian premix hingga dosis 0,4% dan perbedaan bangsa
sapi Limousin dan Simmental juga tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter
fisiologis yang diamati. Disimpulkan bahwa suplementasi premix hingga dosis 0,4%
dalam ransum basal tidak memengaruhi respons fisiologis sapi Limousin dan Simmental.
Copyright (c) 2026 Suci Mulia, Arif Qisthon, Muhtarudin Muhtarudin, Sri Suharyati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).






