Pengaruh Blend Bawang Putih (Allium sativum L.) terhadap pH, Daya Ikat Air, dan Susut Masak Daging Ayam Ras Petelur Afkir
Abstract
Daging ayam ras petelur afkir memiliki tekstur relatif lebih keras sehingga diperlukan
perlakuan marinasi untuk meningkatkan kualitas fisik daging. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh blend bawang putih sebagai bahan marinasi terhadap pH,
daya ikat air, dan susut masak daging ayam ras petelur afkir. Penelitian dilakukan pada
bulan November 2025 di Laboratorium Produksi Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas
Pertanian, Universitas Lampung. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan marinasi yang digunakan
terdiri atas: P0 (tanpa marinasi atau kontrol), P1 (larutan blend bawang putih 10%), P2
(larutan blend bawang putih 20%), dan P3 (larutan blend bawang putih 30%). Sampel
yang digunakan merupakan 20 potong daging dada ayam ras petelur afkir dengan berat
rata-rata 60,13 ± 0,58 g. Daging dimarinasi selama 20 menit, kemudian disimpan selama
8 jam pada suhu ruang. Data yang didapat dianalisis menggunakan Analysis of Variance
(Anova) pada taraf nyata 5% dan 1%. Apabila terdapat perbedaan nyata, maka diuji Beda
Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pemberian blend bawang
putih sebagai bahan marinasi tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap nilai pH daging.
Namun demikian, perlakuan marinasi berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) pada daya
ikat air dan susut masak daging. Perlakuan dengan konsentrasi blend bawang putih 20%
(P2) memberikan hasil terbaik terhadap daya ikat air, sedangkan konsentrasi 30% (P3)
memberikan hasil terbaik pada susut masak daging ayam ras petelur afkir.
Copyright (c) 2026 Aksal Alfarizki, Rr Riyanti, Veronica Wanniatie, Dian Septinova

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).






