PROFIL DARAH (HEMOGLOBIN DAN HEMATOKRIT) BROILER JANTAN YANG DIBERI Nigella sativa (JINTAN HITAM) SEBAGAI IMUNOMODULATOR
Abstract
The purpose of this study was to determine the description of the blood profile especially hemoglobin and hematocrit of male broiler chickens that given Nigella sativa (black cumin seed). This research was conducted on 18 December 2019-16 January 2020 at the Integrated Field Laboratory, Faculty of Agriculture, Lampung University and Pramitra Biolab Indonesia Clinical Laboratory, Bandarlampung. This study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The treatments given in this study were broiler chickens drinking water without Nigella sativa (P0), drinking water with 36 mg/kg BW/day of Nigella sativa (P1), drinking water with 72 mg/kg BW/day of Nigella sativa (P2), drinking water with 144 mg /kg BW/day of Nigella sativa (P3). Data were analyzed descriptively (histogram). The results showed that application of Nigella sativa at a dose of 144mg /kg BW/day (P3) was the optimal dose to increase hemoglobin levels and hematocrit values of male broiler chicken.
Keywords: Black cumin, hemoglobin, hematocrit, immunomodulator, male broiler, Nigella sativa
Downloads
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








