Pendugaan Bobot Tubuh Sapi Simpo dengan Persamaan Winter Indonesia dan Lambourne di Kecamatan Terbanggi Besar
Abstract
Penelitian ini bertujuan menduga bobot tubuh sapi SimPO berdasarkan ukuran tubuh
berupa panjang badan dan lingkar dada menggunakan rumus Winter Indonesia dan
Lambourne. Penelitian dilaksanakan pada November 2025 di Kecamatan Terbanggi
Besar, Kabupaten Lampung Tengah, dengan metode survei dan teknik purposive
sampling. Sampel terdiri atas 120 ekor sapi SimPO jantan dan betina berumur 2–3 tahun.
Variabel yang diamati meliputi panjang badan, lingkar dada, dan bobot tubuh aktual,
kemudain dianalisis menggunakan koefisien korelasi (r), koefisien determinasi (R²),
persentase penyimpangan, dan nilai keterandalan rumus. Hubungan variabel ditampilkan
melalui scatter plot, yang menunjukkan bahwa lingkar dada dan panjang badan
berkorelasi kuat dengan bobot tubuh (r = 0,944 dan 0,817). Pendugaan bobot tubuh
menggunakan rumus Winter Indonesia dan Lambourne sama-sama menghasilkan tingkat
ketelitian yang sangat baik, yang ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi (R²) sebesar
0,9424. Persentase penyimpangan terhadap bobot aktual tergolong rendah, yaitu 7,87%
pada rumus Winter Indonesia dan 8,08% pada rumus Lambourne. Selain itu, kedua rumus
menunjukkan tingkat keterandalan yang tinggi, masing-masing sebesar 91,91% dan
92,12%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa rumus Winter Indonesia
lebih unggul dibandingkan rumus Lambourne karena memiliki tingkat ketelitian yang
sedikit lebih tinggi.
Copyright (c) 2026 Aura Ivania Salsavira, Akhmad Dakhlan, Dian Kurniawati, Kusuma Adhianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).






