Pengaruh Penggunaan Karbohidrat yang Berbeda dalam Pengencer Sitrat Kuning Telur terhadap Kualitas Semen Cair Kambing Boer
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan fruktosa, glukosa, dan
sukrosa dalam pengencer sitrat kuning telur terhadap kualitas semen cair kambing Boer.
Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan
karbohidrat, yaitu P1 (Fruktosa 2,5 g), P2 (Glukosa 2,5 g), dan P3 (Sukrosa 2,5 g), yang
masing-masing diulang sebanyak lima kali. Peubah yang diantaranya motilitas individu,
viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa yang diperiksa setiap jam mulai dari jam ke-0
hingga jam ke-4. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa penggunaan jenis karbohidrat yang
berbeda dalam pengencer sitrat kuning telur pada kambing Boer tidak signifikan (P>0,05)
terhadap motilitas dan viabilitas pada penyimpanan jam ke-0, signifikan (P<0,05)
terhadap motilitas dan viabilitas penyimpanan jam ke-1, serta sangat signifikan (P<0,01)
terhadap motilitas dan signifikan (P<0,05) terhadap viabilitas pada penyimpanan jam ke2.
Selain itu, perlakuan ini signifikan (P<0,05) terhadap motilitas dan viabilitas pada
penyimpanan jam ke-3 dan jam ke-4. Penggunaan jenis karbohidrat yang berbeda dalam
pengencer sitrat kuning telur pada kambing Boer tidak signifikan (P>0,05) terhadap
abnormalitas. Perlakuan P1 (Fruktosa) menunjukkan performa terbaik dibandingkan
perlakuan lainnya dengan mempertahankan rata-rata motilitas sebesar 44±2,24% dan
viabilitas 62,73±2,93% hingga jam ke-4 penyimpanan suhu ruang.
Copyright (c) 2026 Dimas Prayoga, Sri Suharyati, Madi Hartono, Siswanto Siswanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).






