Perbandingan Daya Suka Organoleptik Daging Puyuh Afkir yang Dimarinasi menggunakan Blend Bawang Putih dan Daun Kemangi
Abstract
Daging puyuh afkir memiliki tekstur yang alot dan aroma amis, sehingga diperlukan
bahan alami untuk memperbaiki kualitas sensorisnya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi marinasi pembaluran bawang putih dan daun kemangi terhadap daya suka
organoleptik potongan dada puyuh afkir. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental
non parametrik dengan dua perlakuan: P1 (pembaluran bawang putih 3% w/w) dan P2
(pembaluran tepung daun kemangi 20% w/w). Sebanyak 25 panelis tidak terlatih
melakukan penilaian terhadap parameter warna, aroma, rasa, dan keempukan
menggunakan skala hedonik 1–9. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa teknik
pembaluran memberikan pengaruh nyata (P<0.05) terhadap daya suka warna, aroma, dan
rasa, namun tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap keempukan. Perlakuan P1
(bawang putih) secara konsisten lebih disukai oleh panelis dengan skor warna 6,16 (agak
suka), aroma 6,76 (suka), dan rasa yang lebih gurih dibandingkan dengan P2. Rendahnya
daya suka pada P2 disebabkan oleh warna hijau gelap dari klorofil dan aroma herbal yang
terlalu tajam. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu marinasi pembaluran dengan bawang
putih 3% merupakan perlakuan yang lebih disukai dalam meningkatkan penerimaan
sensoris dada puyuh afkir.
Copyright (c) 2026 Aldan Joevan Pratama, Riyanti Riyanti, Veronica Wanniante, Dian Septinova

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).






