Perbandingan Daya Suka Organoleptik Daging Puyuh Afkir yang Dimarinasi menggunakan Blend Bawang Putih dan Daun Kemangi

  • Aldan Joevan Pratama Universitas Lampung
  • Riyanti Riyanti
  • Veronica Wanniante
  • Dian Septinova

Abstract

Daging puyuh afkir memiliki tekstur yang alot dan aroma amis, sehingga diperlukan
bahan alami untuk memperbaiki kualitas sensorisnya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi marinasi pembaluran bawang putih dan daun kemangi terhadap daya suka
organoleptik potongan dada puyuh afkir. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental
non parametrik dengan dua perlakuan: P1 (pembaluran bawang putih 3% w/w) dan P2
(pembaluran tepung daun kemangi 20% w/w). Sebanyak 25 panelis tidak terlatih
melakukan penilaian terhadap parameter warna, aroma, rasa, dan keempukan
menggunakan skala hedonik 1–9. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa teknik
pembaluran memberikan pengaruh nyata (P<0.05) terhadap daya suka warna, aroma, dan
rasa, namun tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap keempukan. Perlakuan P1
(bawang putih) secara konsisten lebih disukai oleh panelis dengan skor warna 6,16 (agak
suka), aroma 6,76 (suka), dan rasa yang lebih gurih dibandingkan dengan P2. Rendahnya
daya suka pada P2 disebabkan oleh warna hijau gelap dari klorofil dan aroma herbal yang
terlalu tajam. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu marinasi pembaluran dengan bawang
putih 3% merupakan perlakuan yang lebih disukai dalam meningkatkan penerimaan
sensoris dada puyuh afkir.

Published
2026-11-01
How to Cite
Pratama, Aldan, Riyanti Riyanti, Veronica Wanniante, and Dian Septinova. 2026. “Perbandingan Daya Suka Organoleptik Daging Puyuh Afkir Yang Dimarinasi Menggunakan Blend Bawang Putih Dan Daun Kemangi”. Jurnal Riset Dan Inovasi Peternakan 10 (4), 604-12. https://doi.org/10.23960/jrip.2026.10.4.604-612.