BODY CONDITION SCORE INDUK, BOBOT LAHIR PEDET, DAN BOBOT SAPIH PEDET SAPI BRAHMAN CROSS PADA PETERNAKAN RAKYAT DI KECAMATAN TANJUNGSARI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Abstract
This study aimed to evaluate Brahman Cross cow from Indonesia Australia Commercial Cattle Breeding (IACCB) program through the cow Body Condition Score (BCS), calf birth weight, and weaning weight of the Brahman Cross at people farm of “Koperasi Produksi Ternak (KPT) Maju Sejahtera” in Tanjungsari District, South Lampung Regency. This study was conducted in March 2020 using survey method with census data collection of which all the 5 years old Brahman Cross cow at the study location were used in this study. The data consisted of primary and secondary data which was analyzed by descriptive analysis. The results of this research showed that the average score of cow BCS, calf birth weight, and weaning weight were 2,92 ± 0,71, 30,04 ± 3,44 kg, 85,63 ± 11,74 kg, respectively. The conclusion of this research was that the cow BCS, calf birth weight, and weaning weight of Brahman Cross from IACCB program in Tanjungsari District is good enough.
Keywords: Birth weight, Body Condition Score (BCS), Brahman Cross, Weaning weight
Downloads
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








