KADAR AIR, pH, SUHU, DAN KADAR AMONIA PADA LITTER DI DUA ZONASI YANG BERBEDA PADA KANDANG CLOSED HOUSE
(Studi Kasus di Closed house Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung)
Abstract
This research was a case study which aimed to determine the water content, ammonia content, pH, and temperature of litter in the zonation in the closed house. This research was carried out in March 2021-April 2021, for 28 days in the Closed-house unit of the Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung. The closed house unit used was 40 meters long and 8 meters wide with a capacity of 5,495 broiler DOCs. The closed house zone was divided into two, namely zone 1 (20x8m) located near the cooling pad occupied by 2,747 DOCs and in zone 2 (20x8m) which is near the exhaust fan occupied by 2,748 DOCs. The results showed that Zone 1 near the cooling pad had lower water content, ammonia, pH, and litter temperature compared to Zone 2 which was close to the exhaust fan.
Keywords: Ammonia, Closed-house zoning, Litter temperature, pH, Water content
Downloads
References
Cobb. 2010. Manajemen Broiler Guide, Cobb-Vantress Inc. Siloam Springs Arkansas 72761, US. Oyster House, Severalls Lane, Colchester Essex CO4 9PD, UK, Rodovia Assis Chateau briand, Km 10 Guapiaçu SP Brasil, Pearl Drive Ortigas Center, Pasig City Philippines
Charles, D. R. 2002. Responses to the thermal environment. In Poultry Environment Problem, A guide to solution. Nottingham University Press, Nottingham, United King-dom.
Dewanti, A. C. 2014. Pengaruh Berbagai Jenis Bahan Litter terhadap Respon Fisiologis Broiler Fase Finisher di Closed House. Skirpsi. Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Fadilah, R. 2005. Ayam Broiler Komersial. Agromedia Pustaka. Jakarta
Kartasudjana, R. dan E. Suprijatna. 2010. Manajemen Ternak Unggas. Cetakan Kedua, Penebar Swadaya. Jakarta.
Metasari, I., et al. (2013). Analisis Usaha Pada Peternakan Rakyat Ayam Petelur di Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Jurnal Agroveteriner. Vol. 2 No. 1 Desember 2013
North M.O. dan Bell D.D. 1990. Commercial Chicken Production Manual. 4 th Edition. Van Northland Reinhold. Newv York.
Rasyaf, M. 1995. beternak Ayam Pedaging Jakartra: Penebar Swadaya.
Ritz, C. W, B. D. Fairchild, & M. P. Lacy. 2004. Implications of ammonias production and emissions from commercial poultry facilities: a review. J. Appl. Poult. Res. 13 : 684-692.
Sujana, E., S. Darana, dan L. Setiawan. 2011. Implementasi teknologi semi closed – house system pada perfor-man ayam broiler di test farm sus-tainable livestock techno park, kampus Fakultas Peternakan Uni-versitas Padjadjaran, Jatinangor
Suprijatna, E., U. Atmomarsono, dan R. Kartasujadna. 2005. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Penebar Swadaya. Jakarta.
Weaver Jr., W.D. 2001. Poultry Housing. In: Commercial Chicken Meat and Egg Production, 5 th Edition, (Ed. Donald D. Bell and William D. Weafer Jr.).pp.102-103
Zuprizal. 2009. Menyiasati Bau Tak Sedap dari Kandang. Trobos Edisi 257
Copyright (c) 2022 Cakra Rakasiwi Mega Jaya, RR Riyanti, Dian Septinova, Khaira Nova

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








