PENGARUH PEMBERIAN FUNGISIDA BENOMIL DENGAN DOSIS YANG BERBEDA DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS BENIH Indigofera sp.
Abstrak
This study aimed to determine the effect of benomyl fungicide with different doses and storage time on the quality of Indigofera sp. This research was conducted in April – July 2021 at the Nutrition and Animal Feed Laboratory, Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung. This study used a completely randomized design (CRD) with a factorial pattern (4 x 3) with the first treatment being the dose of the fungicide benomyl P0, P1, P2, and P3 (0%, 2%, 4%, and 6%) and the second treatment was duration storage T1, T2, and T3 (1, 2, and 3 months). Parameters observed were germination, normal germination, abnormal germination, hard seeds, dead seeds, and seeds attacked by pests. The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA) with a level of 5% and the least significant difference further test (LSD) was performed on the data which showed significantly different results. The results showed that there was no interaction between the dose of benomyl fungicide and the storage time on the quality of Indigofera sp. The best dose of benomyl fungicide for seed storage of Indigofera sp. was treatment P1 (2 mg/gr), because treatment P1 resulted in the highest percentage of gemination potency and normal germination and resulted in a low percentage of seeds attacked by pests. The best storage time for storing Indigofera sp seeds was treatment T1 (storage time of 1 month) because treatment T1 produced the highest percentage of germination and normal germination, which was 9.77% and 4.39%, respectively.
Keywords: Benomyl fungicide, germination, Indigofera sp.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Danuarti 2005.Uji Cekaman Kekeringan Pada Tanaman. Jurnal Ilmu Pertanian.11 (1): 22-31.
HassenA., P. A. Pieterse and N. F. G. Rethman. 2004. Effect of Pre-planting Seed Treatment on Dormancy Breaking and Germination of Indigofera Accesi. J. Tropical Grasslands 38 : 154 – 157.
Kartasapoetra, A. G. 2003. Teknologi Benih. PT. Rineka Cipta. Jakarta.
Mewangi, J.A., T.K. Suharsi, dan M. Surahman. 2019. Uji Daya Berkecambah pada Benih Turi Putih (Sebasnia grandiflora) dalam Media Multiplikasi In Vitro. Pastura Vol.5 (1) : 35-38.
Nasrudin. 2009.Pengujian Daya Berkecambah. Ilmu Teknologi Benih. Balai Benih Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
Pracaya. 2008. Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Secara Organik. Kanisius. Yogyakarta.
Peraturan Menteri Pertanian. 2013. Standar Operasional Prosedur Penetapan Kebun Sumber Benih, Sertifikasi Benih, dan Evaluasi Kebun Sumber Benih Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.)
Saimin, A., Fanindie, dan J. Herdiawan, 2006. Produktivitas Jenis-jenis Rumput dan Palatabiliutas pada Ternak Domba. Pross. Seminar Teknologi Peternakan Dan Veteriner. Pusat Penelitian Dan Pengembangan Peternakan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Depertemen Pertanian Bogor.
Sastrosuwignyo, S. 1985. Diktat Pengantar Nematodologi Tumbuhan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 171.
Siregar, S. T. 2000. Penyimpanan Benih (Pengemasan dan Penyimpanan Benih). Balai Perbenihan Tanaman Hutan Palembang. Palembang.
Sistem Informasi Pestisida. 2018. Sistem Informasi Pestisida Direktorat Pupuk dan Pestisida. Kementerian Pertanian. http://pestisida.id/simpes_app/index.php. Diakses pada 2 Februari 2021 pukul 11.30 WIB.
Sukarman dan M. Hasanah. 2003. Perbaikan Mutu Benih Aneka Tanaman Perkebunan Melalui Cara Panen dan Penanganan Benih. J. Litbang Pertanian 22:1.
Sunarto, T. 2001.Analisis Korelasi dan Koefisien Lintasan Hasil Padi Sawah pada Lahan Keracunan Fe.J.Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. Vol. 18 (2).
Sutopo, L. 2002. Teknologi Benih. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by4.footer##Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








