PENGARUH PERENDAMAN DAGING SAPI DALAM BERBAGAI KONSENTRASI BLEND JAHE (Zingiber officinale Roscoe) TERHADAP PH, DAYA IKAT AIR, DAN SUSUT MASAK
Abstract
The purpose of the research to determined the effect of soaking beef in various concentration of ginger blend and determined the best concentration of ginger blend on pH, water holding capacity, and cooking loss on beef. This research was conducted at the Laboratory of Animal Production and Reproduction, Department of Animal Science, Faculty of Agriculture, University of Lampung. Meat samples obtained from RPH Z-Beef Indonesia. The treatment used a completely randomized design (CRD) with four treatments and five replications. Treatments are in the form of concentration of ginger blend 0%, 10%, 20%, and 30% with immersion time for 50 minutes. The results obtained were analyzed by Analysis of Variant (ANOVA) at the 5% level and followed by the Least Significant Difference (LSD) test. The results showed that the addition of ginger blend with a concentration of up to 30% did not significantly influenced (P>0.05) on the pH value and water holding capacity, but had a significant effected (P<0.05) on the cooking loss of beef.
Keywords: Ginger, Beef, Physic quality.
Downloads
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








