PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (BSF) TERHADAP TOTAL PROTEIN PLASMA DAN GLUKOSA DARAH AYAM JOPER BETINA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung maggot Black Soldier Fly dan persentase optimum terhadap kadar total protein plasma dan glukosa darah ayam joper betina. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari – Maret 2022 dan berlokasi di Jl. Padat Karya No.6, Labuhan Dalam, Kec. Tj. Senang, Kota Bandar Lampung. Analisis sampel darah total protein plasma dan glukosa darah dilakukan di Laboratorium Pramitra Biolab, Bandar Lampung. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu ransum basal (P0), ransum basal dengan suplementasi 5% tepung maggot (P1), ransum basal dengan suplementasi 10% tepung maggot (P2), dan ransum basal dengan suplementasi 15% tepung maggot (P3). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dengan taraf nyata 5% dan dilanjutkan uji dengan polinomial ortogonal. Hasil penelitian didapatkan pemberian suplementasi tepung maggot tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total protein plasma dan glukosa darah ayam joper betina. Hasil uji lanjut polinomial ortogonal berpola kubik dengan persamaan pada total protein plasma yaitu Ŷ= -0,006x3 + 0,1316x2 – 0,6247x + 2,68 [0;15%] dan pada glukosa darah Ŷ= -0,1645x3 + 3,192x2 – 10,087x + 125,6 [0;15%]. Dosis suplementasi tepung maggot optimum pada total protein plasma yaitu 11,47% dengan kadar 3,78 mg/dl, sedangkan pada glukosa darah 11,17% dengan kadar 182,02 mg/dl.
Downloads
References
Badan Pusat Statistika. 2020. Produksi Daging Ayam Buras Menurut Provinsi (ton), 2018-2020. https://www.bps.go.id/indicator/24/486/1/produksi-daging-ayam-buras-menurut-provinsi.html. Diakses pada 10 November 2021.
Balai Besar Veteriner Maros. 2015. Nilai Parameter Profil Darah Normal pada Ayam. Maros. Sulawesi Selatan.
Badaruddin, R., Aka, R., Ollong, A. R., dan Tiya, N. A. D. 2021. Kadar Kolesterol, Asam Urat dan Glukosa Darah Ayam Petelur yang Diberi Jus Daun Sirih (Piper betle Linn) pada Level yang Berbeda: Cholesterol, Uric Acid and Blood Glucose Levels of Laying Chickens Given Different Levels of Betel Leaf Juice (Piper betle Linn). Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science), 11(1), 75-â.
Batara, V., A. M. Tasse, dan A. Napirah. 2017. Efek pemberian minyak kelapa sawit terproteksi dalam ransum terhadap kadar glukosa dalam darah ayam kampung super. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis. 4(1): 44–48.
Caligiani, A., A. Marseglia, G. Leni, S. Baldassarre, L. Maistrello, A. Dossena, dan Sforza S. 2018. Composition of Black soldier fly prepupae and systematic approaches for extraction and fractionation of proteins, lipids and chitin. Food Research International. 105: 812-820.
Hazelwood, R. L. 1986. Carbohydrate Metabolism. In Avian Physiology. Editor P.D. Sturkie. Springer. New York.
Hidayat, C. 2018. Pemanfaatan insekta sebagai bahan pakan dalam ransum ayam pedaging. Jurnal Wartazoa. 28(4): 161-174.
Kaleka, N. 2015. Panen Ayam Kampung Super. Arcita. Solo.
Knorr, D. 1982. Functional properties of chitin and chitosan. Journal of Food Science. 47(2): 593- 595.
Kusumaningsih, T., A. Masykur, dan U. Arief. 2004. Pembuatan kitosan dari kitin cangkang bekicot. Jurnal Biofarmasi. 2 (2): 64-68.
Kumar, R. 2003. Anti-nutritive factors, the potential risks of toxicity and methods to alleviate them. Artikel Ilmiah. 145-156.
Marganov. 2003. Potensi Limbah Crustacea Sebagai Penyerap Logam Berat (Timbal, Kadmium, dan Tembaga) di Perairan. Dissertation. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Martoenus, A, dan T. F. Djatmikowati. 2015. Teknik pengambilan darah pada beberapa hewan. Buletin Diagnosa Veteriner. 14 (1) : 6-12.
Mushawwir, A., dan Latipudin, D. 2011. Beberapa parameter biokimia darah ayam ras petelur fase grower dan layer dalam lingkungan “Upper Zonathermoneutral”. Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), 13(3), 191-198.
Rasyaf, M. 2006. Beternak Ayam Pedaging. Penebar Swadaya. Jakarta.
Sanchez-muros, M. J., F.G. Barosso, F. ManzAno-Agugliaro. 2013. Insect meal as renewable source of food for animal feeding: A review. J Clean Prod. 65: 16-27.
Suharyanto, A. A. 2007. Panen Ayam Kampung dalam 7 Minggu Bebas Flu Burung. Penebar Swadaya. Jakarta.
Swarta, S. 2014. Feed Conversion Ratio (FCR) Usaha Ternak Ayam Brolier di Kabupaten Sleman. Jurnal Agrika. 8(2): 130-139.
Utomo, B. W., Mahfudz, L. D, dan Suprijatna, E. 2014. Pengaruh lama periode brooding dan level protein ransum fase starter terhadap produksi karkas ayam kedu hitam umur 10 minggu (effect of brooding period and diet protein level of phase starter on the carcass production of black kedu chicken 10 weeks age. Animal Agriculture Journal. 3(2): 258-264.
Widodo. 2006. Pengantar Ilmu Nutrisi Ternak. Fakultas Peternakan. Universitas Muhammadiyah Malang. Malang.
Widhyari, S. D., A. Esfandiari, dan Herlina. 2011. Profil protein total, albumin dan globulin pada ayam broiler yang diberi kunyit, bawang putih dan zinc (Zn). Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 16(3): 179–184.
Copyright (c) 2022 Made Kristian Pangaribuan, Madi Hartono, Farida Fathul, Purnama Edy Santosa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








