Pengaruh Jenis Zat Pengatur Tumbuh Iba, Naa, Iaa Dan Lama Perendaman Terhadap Pertumbuhan Stek Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv. Thailand)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian ketiga jenis zat pengatur tumbuh IBA, NAA, IAA dan lama perendaman serta interaksi antara keduanya terhadap pertumbuhan stek rumput Pakchong. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2022--Januari 2023, dilakukan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Lampung dan Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu P1 (IBA 300 ppm), P2 (NAA 200 ppm), P3 (IAA 200 ppm) dan faktor lama perendaman terdiri dari 3 perlakuan yaitu L1 (lama perendaman 1 jam), L2 (lama perendaman 3 jam), L3 (lama perendaman 5 jam) dengan 3 kali ulangan. Variabel yang diamati meliputi persentase tumbuh, jumlah anakan, jumlah daun, tinggi tanaman, produksi bobot segar, produksi bahan kering, kandungan bahan kering. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Sidik Ragam (Analysis of Variance) dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian pemberian jenis zat pengatur tumbuh dan lama perendaman menunjukkan bahwa interaksi perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase tumbuh dan kandungan bahan kering serta tidak ada pengaruh antara kedua perlakuan. Hasil penelitian pemberian jenis zat pengatur tumbuh dan lama perendaman menunjukkan bahwa adanya interaksi serta berpengaruh sangat nyata (P<0,05) terhadap jumlah anakan dan jumlah daun pada perlakuan NAA dengan lama perendaman 1 jam (P2L1), serta pada tinggi tanaman, produksi bobot segar dan produksi bahan kering terdapat pada perlakuan IBA dengan lama perendaman 1 jam (P1L1).
References
Alrasyid, H., dan A. Widiarti. 1990. Pengaruh penggunaan hormon IBA terhadap persentase hidup stek khaya anthoteca. Buletin Penelitian Hutan, 523: 1-22.
Apriliani, A., Z.A. Noli, dan Suwirmen. 2015. Pemberian beberapa jenis dan konsentrasi auksin untuk menginduksi perakaran pada stek pucuk bayur (Pterospermum javanicum Jungh) dalam upaya perbanyakan tanaman revegetasi. Jurnal Biologi Universitas Andalas, 4(3): 178-187.
Budianto, E. A., K. Badami, dan A. Arsyadmunir. 2013. Pengaruh kombinasi macam ZPT dengan lama perendaman yang berbeda terhadap keberhasilan pembibitan sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) secara stek. Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi, 6(2): 103-111.
Chun, T., S. Taketa, S. Tsurumi, and M. Ichii. 2003. The effects of auxin on lateral root initiation and root gravitropism in a lateral rootless mutant Lrt1 of rice (Oryza sativa). Plang Growth Regulation, 39: 161-170.
Davies Jr, F. T., and H. T. Hartmann. 1987. The physiological basis of adventitious root formation. In International Symposium on Vegetative Propagation of Woody Species 227. pp. 113-120.
Dodds, J.H. and L.H. Robert. 1995. Experiments In Plant Tissue Culture. Cambridge University Press. Cambridge.
Faridah, E. 2000. Pengaruh media tumbuh, lama perendaman hormon dan kedudukan stek pada tanaman induk terhadap pertumbuhan stek pucuk jati. Prosiding. Seminar Nasional Status Silvikultur 1999: 238-242.
Febriani, P., S. Darmanti, dan B. Raharjo. 2009. Pengaruh konsentrasi dan lama perendaman dalam supernatan kultur Bacillus sp. 2 DUCC-BR-K1.3 terhadap pertumbuhan stek horisontal batang jarak pagar (Jatropa curcas L). Jurnal Saint & Mat. 17: 131-140.
Fitriani. 2014. Pengaruh Lama Perendaman dan Konsentrasi Atonik Terhadap Pertumbuhan Setek Mawar (Rosa Hybrida. L). Fakultas Pertanian. Univeraitas Islam Riau. Pekanbaru.
Hidayanto. M, S., Nurjanah, dan F. Yossita. 2003. Pengaruh panjang stek akar dan konsentrasi natriumnitrofenol terhadap pertumbuhan stek akar sukun (Artocarpus communis F). Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 6(2): 154-160.
Kiyothong, K. 2014. Manual for planting Napier Pakchong1.The Departement of Livestock Development. Thailand.
Kustina, T. 2000. Pengaruh Konsentrasi Hormon NAA dan IBA Terhadap Pertumbuhan Stek Batang Tumbuhan Obat Daun Wungu (Graptophyllu m pictum). Skripsi. Jurusan konservasi Sumberdaya Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Kusumo, S. 1984. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. Yasaguna. Jakarta.
Lestari, P., D.N. Susilowati, dan E.I. Riyanti. 2007. Pengaruh hormon asam indol asetat yang dihasilkan Azospirillum sp. terhadap perkembangan akar padi. Jurnal AgroBiogen, 3(2): 66-72.
Lounglawan, P., W. Lounglawan, and W. Suksombat. 2014. Effect of Cutting Interval and Cutting Height on Yield and Chemical Composition of King Napier grass (Pennisetum purpureum x Pennisetum americanum). APCBEE Procedia, 8: 27-31.
Nurhakim, Y. I. 2014. Perkebunan Lada Cepat Panen. Infra Pustaka. Jakarta.
Patty, C.W. 2019. Pengaruh konsentrasi IBA (Indole Butyric Acid) dan lama pencelupan stek terhadap pertumbuhan germinatif rumput raja (Pennisetum purpurephoides). Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman, 7(2): 83-87.
Pitaksinsuk, C., J. Boonjaracha, dan J. Wongpipat. 2010. Data Collection of Fodder Nutritive. Bureau of Animal Nutrition. Department of Livestock Development.
Purwati, M.S. 2013. Pertumbuhan bibit buah naga (Hylocereus costaricensis) pada berbagai ukuran stek dan pemberian hormon tanaman unggul multiguna exclusive. Jurnal Online Agroekoteknologi, 2(5): 2805-3548.
Rahardiyanti R. 2005. Kajian Pertumbuhan Stek Btang Sangitan 9 Sambucus javanicaReinw.) di persemaian dan Lapangan. Skripsi. Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.
Salisbury, F. B., and C.W. Ross. 1992. Plant Physiology, Wadsworth Pub. Com., Inc., Belmont, California-USA.
Santoso Budi. 2011. Pengaruh Berbagai Konsentrasi IBA dan Lama Perendaman terhadap Pertumbuhan Stek Batang Kepuh. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Sarian Z.B. 2013. Asuper grass from Thailand. Available at http://zacsarian.com/2013/06/01/a-super- grass-from-thailand/ Diakses pada 25 Maret 2023.
Sarker, N.R., D. Yeasmin, F. Tabassum, M.R. Amin and M.A. Habib, 2019. Comparative study on biomass yield, morphology, silage quality of hybrid napier and pakchong and their utilization in bull calves. J. Agric. Sci. Technol., 9: 166-176.
Suryana. 2009. Pengembangan usaha ternak sapi potong berorientasi agribisnis dengan pola kemitraan. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalsel. Jurnal Litbang Pertanian, 28(1): 29-36.
Turano, B., U.P. Tiwari, R. Jha. 2016. Growth and nutritional evaluation of napier grass hybrids as forage for ruminants. Tropical Grasslands-Forrajes Tropicales. 4(3): 168-178.
Utomo, B. 2006. Karya Ilmiah Ekologi Benih. Fakultas Pertanian USU Repository. Medan.
Zein, A. 2016. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman (Fitohormon). Kencana.
Copyright (c) 2026 Nurul Atiqoh, Liman Liman, Erwanto Erwanto, Muhtarudin Muhtarudin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








