Pengaruh Pemberian Makro Mineral (Cad An Mg) Terhadap Sel Darah Merah, Hemoglobin, dan Packed Cell Volume pada Domba Ekor Tipis Jantan
Abstract
Peningkatan populasi dan produksi domba harus diimbangi dengan nutrien yang mencukupi. Upaya yang dilakukan untuk mencukupi kebutuhan nutrien adalah dengan memberikan pakan yang memenuhi kebutuhan fisiologis dari ternak, terutama yang harus diperhatikan adalah kandungan mineralnya baik mineral mikro maupun makro. Pada penelitian ini dilakukan penambahan makro mineral (Ca dan Mg) pada ransum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian makro mineral (Ca dan Mg) dalam ransum terhadap sel darah merah, hemoglobin, dan packed cell volume (PCV) pada domba ekor tipis jantan. Penelitian dilaksanakan pada 13 September--29 November 2023 di Kandang Ruminansia II Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Pemeriksaan sel darah merah, hemoglobin, dan PCV dilaksanakan di Balai Veteriner Provinsi Lampung. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) berdasarkan bobot badan dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Percobaan dilakukan pada 15 ekor domba ekor tipis jantan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 : ransum basal 100%; P1: ransum basal 100% + CaCl2 25,7 ml/kg ransum dan MgCl2 6,5 ml/kg ransum; dan P2: ransum basal 100% + Ca lysinat 25,7 ml/kg ransum dan Mg lysinat 6,5 ml/kg ransum. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dengan taraf 5%. Parameter yang diamati yaitu sel darah merah, hemoglobin, dan PCV. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa pemberian makro mineral (Ca dan Mg) tidak berpengaruh terhadap sel darah merah, hemoglobin, dan PCV domba ekor tipis.
References
Badan Pusat Statistik. 2023. Populasi Domba Menurut Provinsi (Ekor), 2020–2022. https://www. bps.go.id/id/statistics-table/2/NDczIzI=/populasi-domba-menurut-provinsi.html. Diakses pada 10 Agustus 2023.
Badan Pusat Statistik. 2023. Produksi Daging Domba Menurut Provinsi (Ton), 2020–2022. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDgzIzI=/produksi-daging-domba-menurut- provinsi.html. Diakses pada 10 Agustus 2023.
Budiman, H., A. Azhar, dan I. Yusuf. 2010. analisis kadar timbal dan gambaran darah Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Pusat Latihan Gajah Sebanga Riau. Jurnal Veteriner. 11(2): 64–69.
Cunningham, J. G. 2002. Textbook of Veterinary Physiology. Saunders Company. USA.
Darmono. 1995. Logam Dalam Sistem Biologi Makhluk Hidup. Penerbit Universitas Indonesia (UI Press). Jakarta.
Febrina, D., N. Jamarun., M. Zain., dan Khasrad. 2015. Kandungan fraksi serat pelepah sawit hasil biodelignifikasi menggunakan kapang phanerochaete chrysosporium dengan penambahan mineral Ca dan Mn. Jurnal peternakan Indonesia. 17(3): 176–186.
Frandson, R. D. 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak Edisi 4. Penemerjemah: Srigandono, B dan K. Praseno. Gajah Mada University Pres. Yogyakarta.
Isroli, S. Susanti., E. Widiastuti., T. Yudiarti., dan Sugiharto. 2009. Observasi variabel hematologis ayam kedu pada pemeliharaan intensif. Prosiding. Seminar Nasional Kebangkitan Peternakan, pp. 548–557. Semarang.
Johson, K. E. 1994. Seri Kapita Selekta Histologi dan Biologi Sel. Binarupa Aksara. Jakarta.
Kurniawan. 2010. Status Kandungan Mineral Pada Sapi yang Bunting dan Tidak Bunting Setelah di IB di Kecamatan Ketaping Kabupaten Padang Pariaman. Tesis. Fakultas Peternakan Universitas Andalas. Padang.
Lagler, K.F., J.E. Bardach., R. R. Miller., and D. R. M Passino. 1977. Ichtiology. Penerjemah: John Wille and Sons. Inc. New York London.
Latimer, K. S. 2011. Duncan dan Prasse’s Veterinary Laboratory Medicine Clinical Pathology. Fiffth Edition. Jon Wiley and Sons Ltd. Oxford, United Kingdom.
Lidyana, A. 2023. Pengaruh Pemberian Soybean Meal, Zn dan Cr Terhadap Sel Darah Merah, Hemoglobin, Packed Cell Volume Kambing Rambon. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Lampung.
Maynard, L. A., J. K. Loosly., H. F. Hintz., and R. G. Warner. 1982. Animal Nutrition. 7th edition. Mc Grew-Hill book Co. Inc. New York.
Meyer, D. J., and J. W. Harvey. 2004. Veterinary Laboratory Interpretation and Diagnosisi. WB Saundres Company. Philadelphia.
Muhtarudin dan K. Adhianto. 2013. Mineral Organik Untuk Ruminansia Pedaging. CV. Anugrah Utama Raharja. Bandar Lampung.
Nurrasyidah, D., A. Yulianti, dan A. Mushawwir. 2012. Status hematologi pada domba ekor gemuk jantan yang mengalami transportasi. Students e-Journals. 1(1): 1–6.
Pudjihastuti, E., J. R. Bujung, dan C.L. Kaunang. 2019. Profil karkas dan status hematologis darah dari sapi yang diberi UGB. Jurnal Mipa Unsirat. 8(3): 168–171.
Rosita, L., A. A. Cahya, dan F. R. Arfira. 2019. Hematologi Dasar. Penerbit Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta.
Schalm OW. 2010. Schalm’s Veterinary Hematology. 6th Ed. Penerjemah: Weiss, D. J., Wardrop, K. J. Blackwell Publishing Ltd. p1-1232. Iowa (US).
Setyaningtijas, K., K. Wenk, Silva, dan J. Gunasekera. 2010. Jumlah sel darah merah, nilai hematokrit dan kadar hemoglobin ayam pedaging umur 6 minggu dengan pakan tambahan. Jurnal Kedokteran Hewan. 4(2): 69–73.
Toharmat, T. 2010. Kajian produksi dan manfaat mineral organik. Prosiding. Seminar bulanan departemen ilmu nutrisi dan teknologi pakan. D-INTP Fapet IPB University. Bogor.
Wardhana, A. H., E. Kencanawati, Nurmawati, Rahmaweni, dan C. B. Jatmiko. 2001. Pengaruh pemberian sediaan patikan kebo (Euphorbia hirta l) terhadap jumlah sel darah merah, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit pada ayam yang diinfeksi dengan eimeria tenella. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner. 6(2): 126–133.
Yanti, E. G., Isroli, dan T. H. Suprayogi. 2013. Performans darah kambing Peranakan Etawa dara yang diberi ransum dengan tambahan urea yang berbeda. Animal Agricultural Journal. 2(1): 439–444.
Copyright (c) 2026 Alan Hermawan, Kusuma Adhianto, Muhtarudin Muhtarudin, Sri Suharyati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








