Pengaruh Pemberian Tepung Kunyit ( Curcuma domestica) dalam Ransum terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik pada Kambing Boer Betina
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suplementasi tepung kunyit (Curcuma domestica) serta menentukan level optimalnya dalam meningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik pada kambing Boer betina. Penelitian berlangsung dari Oktober 2024 hingga Januari 2025 di Desa Karangrejo, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Lampung. Analisis kecernaan dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan, melibatkan 12 ekor kambing Boer betina. Perlakuan terdiri dari ransum basal 100% (P0), ransum basal dengan tambahan tepung kunyit 5% (P1), 7,5% (P2), dan 10% (P3). Variabel yang diamati mencakup kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai KcBK untuk P0, P1, P2, dan P3 masing-masing sebesar 76,37%, 78,89%, 74,65%, dan 72,35%. Sementara itu, nilai KcBO berturut-turut sebesar 77,56%, 80,49%, 76,97%, dan 75,11%. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan divisualisasikan dalam histogram. Hasil analisis menunjukkan bahwa suplementasi tepung kunyit tidak memberikan pengaruh signifikan (P > 0,05) terhadap kecernaan bahan kering maupun bahan organik pada kambing Boer betina.
References
Chinedum, E., Kate, E., Sonia, C., Ironkwe, A., & Andrew, I. (2015). Polyphenolic Composition And Antioxidant Activities Of 6 New Turmeric (Curcuma longa l.) Accessions. Recent Patents On Food, Nutrition & Agriculture, 7(1), 22–27. Https://Doi.Org/10.2174/2212798407666150401104716
Gunawan, A., & Noor, R. R. R. (2006). Pendugaan Nilai Heritabilitas Bobot Lahir Dan Bobot Sapih Domba Garut Tipe Laga. Media Peternakan, 29(1), 7–15.
Harahap, N., Mirwandhono2, E., & Hanafi3, N. D. (2017). Uji Kecernaan Bahan Kering, Bahan Organik, Kadar Nh3 Dan Vfa Pada Pelepah Daun Sawit Terolah Pada Sapi Secara In Vitro. Jurnal Peternakan, 01(01), 13–17. Https://Doi.Org/10.3176/Chem.Geol.1975.2.10
Hartati;, & Yuni, S. (2013). Khasiat Kunyit Sebagai Obat Tradisional Dan Manfaat Lainnya. Warta Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri. 5–6.
Mosoni, P., Martin, C., Forano, E., & Morgavi, D. P. (2011). Long-Term Defaunation Increases The Abundance Of Cellulolytic Ruminococci And Methanogens But Does Not Affect The Bacterial And Methanogen Diversity In The Rumen Of Sheep. Journal Of Animal Science, 89(3), 783–791. Https://Doi.Org/10.2527/Jas.2010-2947.
Murni, R., Akmal, & Okrisandi, Dan Y. (2012). Pemanfaatan Kulit Buah Kakao Yang Difermentasi Dengan Kapang Phanerochaete Chrysosporium Sebagai Pengganti Hijauan Dalam Ransum Ternak Kambing (Utilization Cocoa Pods Fermented With Phanerochaete Chrysosporium As Forage Substitution In Goat Feed) (Pp. 6–10). Agrinak.
Nisak, Q. (2022). Pengaruh Penambahan Kunyit (Curcuma domestica val.) Sebagai Feed Additive Dalam Pakan Terhadap Performans Kambing.
Paramita L, W., Susanto, W. E., & Yulianto A.B. (2008). Konsumsi Dan Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Dalam Haylase Pakan Lengkap Ternak Sapi Peranakan Ongole. Media Kedokteran Hewan, 24(1), 59–62.
Pietta, P. G. (2000). Flavonoids As Antioxidants. Journal Of Natural Products, 63(7). Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.1021/Np9904509
Prasetiadi, R., Heriyadi, D., & Yurmiati, Y. (2017). Performa Domba Lokal Jantan Yang Diberikan Tambahan Tepung Kunyit (Curcuma domestica val.) Jurnal Ilmu Ternak,17(1),52–28. Http://Jurnal.Unpad.Ac.Id/Jurnalilmuternak/Article/View/14862
Pujaningsih, R. I., Harjanti, D. W., Tampubolon, B. I. M., Widianto, W., Ahsan, A., & Pawestri, W. S. (2021). Aplikasi Penambahan Kunyit Dan Multinutrien Blok Plus Pada Pakan Kambing Jawarandu Terhadap Infestasi Endoparasit Dan Konsumsi Pakan. Jurnal Ilmu Peternakan Dan Veteriner Tropis (Journal Of Tropical Animal And Veterinary Science), 11(1), 22. Https://Doi.Org/10.46549/Jipvet.V11i1.128
Shan, C. Y., & Iskandar, Y. (2018). Studi Kandungan Kimia Dan Aktivitas Farmakologi Tanaman Kunyit (Curcuma longa l.). Farmaka, 16(1), 547–555.
Suroso G. G. A., Adhianto, K., Muhtarudin, M., & Erwanto. (2023). Evaluasi Kecukupan Nutrisi Pada Sapi Potong Di Kpt Maju Sejahtera Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten Lampung Selatan (Evaluation Of Nutrition Adequacy In Beef Cattle In Kpt Maju Sejahtera, Tanjung Sari District, Lampung Selatan Regency). Jurnal Riset Dan Inovasi Peternakan, 7(2), 147–155. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.23960/Jrip.2023.7.2.147-155
Suardin, Sandiah, N., & Aka, R. (2014). Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Campuran Rumput Mulato (Brachiaria hybrid.cv.mulato) Dengan Jenis Legum Berbeda Menggunakan Cairan Rumen Sapi. Animal Agriculture Line, 2(4), 73–88.
Ted, D., Shipley, & Linda, D. (2013). Mengapa Harus Memelihara Kambing Boer “Daging Untuk Masa Depan.” Airmas Jaya Research.
Tsani, S. M., Dhalika, T., & Ayuningsih, B. (2017). The Effect Of Using Turmeric Powder (Curcuma domestica val.) In The Ration To The Crude Fiber And Crude Fat Digestibility Of Local Male Sheep. 1–9.
Copyright (c) 2026 Anjar Asri Wijayanti, Muhtarudin Muhtarudin, Kusuma Adhianto, Erwanto Erwanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








