Gambaran Total Leukosit dan Diferensial Leukosit Pada Ayam Kampung dengan Pemberian Ekstrak Daun Binahong dalam Air Minum
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap jumlah sel leukosit dan diferensial leukosit pada ayam KUB. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2024 – November 2024 di kandang ayam Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Univeritas Lampung. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini yaitu P0: Air minum tanpa ekstrak daun binahong; P1: Air minum dengan 150 mg ekstrak daun binahong/kg BB/hari; P2: Air minum dengan 200 mg ekstrak daun binahong/kg BB/hari; P3: Air minum dengan 250 mg ekstrak daun binahong/kg BB/hari; dan P4: Air minum dengan 300 mg ekstrak daun binahong/kg BB/hari. Analisis total leukosit dan diferensial leukosit dilaksanakan di Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun binahong pada ayam jantan KUB memiliki nilai rata-rata total leukosit, eosinofil, basofil, dan monosit berada pada kisaran normal, total neutrofil berada di atas kisaran normal, dan total limfosit berada di bawah kisaran normal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun binahong dengan dosis sebesar 200 mg/kg BB/hari dalam air minum memberikan hasil yang normal pada jumlah leukosit dan diferensialnya dalam mempertahankan kesehatan ayam
KUB.
References
Ardiansyah, Wiyadi, & Sukarya, I. G. A. (2023). Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Ketepeng (Cassia alata L) terhadap Hitung Jenis Sel Leukosit Pada Mencit (Mus muculus) Alergi yang Diinduksi Ovalbumin. Sains Medisina, 2(1), 32–38.
Asmara, M. P., Santoso, P. E., Siswanto, & Suharyati, S. (2019). Pengaruh Suplemantasi Probiotik yang Berbeda pada Air Minum terhadap Total Leukosit dan Diferensial Leukosit Broiler. Jurnal Riset Dan Inovasi Peternakan, 3(2), 22–27.
Bone, K., & Mills, S. (2013). Principles and Practice of Phytotherapy Modern Herbal Medicine. Elsevier Health Science.
Campbell, T. W. (2015). Exotic Animal Hematology and Cytology (4th ed.). John Wiley and Sons.
Damerow, G. (2015). The Chicken Health Handbook: A Complete Guide to Maximizing Flock Health and Dealing with Disease (2nd ed.). Storey Publishing.
Dewi, L. K., Widyarti, S., & Rifa’, M. (2013). Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata Linn.) terhadap Peningkatan Jumlah Sel T CD4 + dan CD8 + pada Timus Mencit (Mus musculus). Biotropika: Journal of Tropical Biology, 1(1), 24–26.
Erniasih, I., & Saraswati, T. R. (2006). Penambahan Limbah Padat Kunyit (Curcuma Domestica) pada Ransum Ayam dan Pengaruhnya terhadap Status Darah dan Hepar Ayam (Gallus sp). Buletin Anatomi Dan Fisiologi, 14(2), 1–6.
Fakhruddin, D. A., Siswanto, S., Septinova, D., & Santosa, P. E. (2023). Gambaran Total Leukosit dan Diferensial Leukosit Ayam Kampung (Gallus gallus domesticus) dengan Pemberian Ekstrak Sambiloto (Andrographis paniculata). Jurnal Riset Dan Inovasi Peternakan, 7(1), 48–56.
Hariyanti, Sunaryo, H., & Nurlaily, S. (2015). Efek Imunomodulator Fraksi Etanol 70% Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Berdasarkan Peningkatan Aktivitas dan Kapasitas Fagositosis Sel Makrofag Peritoneum Mencit Secara In Vitro. Pharmacy, 12(1), 58–69.
Jusnita, N., & Syurya, W. (2019). Karakteristik Nanoemulsi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.). Jurnal Sains Farmasi Dan Klinis, 6(1), 16–24.
Kristianingrum, N. D., Julia, R. A., & Hany, A. (2017). Efek Ekstrak Daun Binahong Secara Topikal terhadap Penurunan Derajat Eritema Luka Terkontaminasi pada Tikus Putih Galur Wistar. Jurnal Keperawatan Malang (JKM), 2(2), 70–78.
Napirah, A., Supadmo, S., & Zuprizal, Z. (2013). Pengaruh Penambahan Tepung Kunyit (Curcuma domestica Valet) dalam Pakan terhadap Parameter Hematologi Darah Puyuh (Coturnix-coturnix paponica) Pedaging. Buletin Peternakan, 37(2), 114–119. Pariyana, Saleh, I., Tjekyan, S., & Hermansyah. (2016). Efektivitas Pemberian Daun Binahong (Anredera cordifolia) terhadap Ketebalan Jaringan Granulasi dan Jarak Tepi Luka pada Penyembuhan Luka Sayat Tikus Putih (Ratttus norvegicus). Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 3(3), 155–165.
Puvadolpirod, S., & Thaxton, J. P. (2000). Model of Physiological Stress in Chickens 5. Quantitative Evaluation. Poultry Science, 79(3), 391–395.
Rachmawati, S. (2009). Studi Makroskopi, Mikroskopi, dan Skrining Fitokimia Daun Anredera cordtfolia (Ten.) Steenis. Skripsi. Universitas Airlangga.
Rismawati, D. (2023). Gambaran Total Leukosit dan Diferensial Leukosit Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB) Dengan Pemberian Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) Dalam Air Minum. Skripsi. Universitas Lampung.
Rosida, & Handojo, K. J. (2019). Potensi Ekstrak Kencur (Kaemferia galanga L.) sebagai Imunomodulator pada Tikus Model yang Terinfeksi Mycobacterium tuberculosis. Jurnal Ilmiah Farmasi AKFAR, 3(1), 2615–2756.
Rukmana, R. (2003). Ayam Buras Intensifikasi dan Kiat Pengembangan. Kanisius. Samirana, P. O., Swastini, D. A., Ardinata, I. P. R., & Suarka, I. P. S. D. (2017).
Penentuan Profil Kandungan Kimia Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera scandens (L.) Moq.). Jurnal Farmasi Udayana, 6(1), 23–33.
Selawa, W., Runtuwene, M. R. J., & Citraningtyas, G. (2013). Kandungan Flavonoid dan Kapasitas Antioksidan Total Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis). PHARMACON: Jurnal Ilmiah Farmasi-UNSRAT, 2(1), 18–22.
Situmorang, R. A. N., Sukamto, B., & Suprijatna, E. (2020). Pemanfaatan Protein pada Ayam Broiler yang Diberi Ransum Mengandung Kulit Pisang Fermentasi. COMPOSITE: Jurnal Ilmu Pertanian, 2(1), 30–35.
Sugiharto, S. (2014). Role of Nutraceuticals in Gut Health and Growth Performance of Poultry. Journal of the Saudi Society of Agricultural Sciences, 15(2), 99–111.
Sukrama, D. M., Wihandani, D. M., & Manuaba, A. P. (2017). Topical Binahong (Anredera cordifolia) Leaf Extract Increases Interleukin-6 and VEGF (Vascular Endothelial Growth Factor) during Burn Wound Healing in Wistar Rats Infected with Pseudomonas aeruginosa. Biology and Medicine, 9(1), 1–6.
Sulistiawati, F., & Radji, M. (2014). Potensi Pemanfaatan Nigella sativa L. sebagai Imunomodulator dan Antiinflamasi. Pharmaceutical Science Research, 1(2), 65–77. Vinkler, M., Schnitzer, J., Munclinger, P., Votýpka, J., & Albrecht, T. (2010).
Haematological Health Assessment in a Passerine with Extremely High Proportion of Basophils in Peripheral Blood. Journal of Ornithology, 151(4), 841–849.
Weiss, D. J., & Wardrop, K. J. (2006). Schalm’s Veterinary Hematology (6th ed.). Wiley- Blackwell.
Wurlina, Meles, D. K., Mustofa, I., Zakaria, S., & Adnyana, I. D. P. A. (2017). Alkaloid Immunomodulatory Effects of Sambiloto (Andrographis paniculate L.) on the Response of Gamma Interferon and T Helper Cell (CD4+). Advances in Natural and Applied Sciences, 11(9), 154–158.
Copyright (c) 2026 Wafiq Rizki Azizah, Purnama Edy Santosa, Etha 'Azizah Hasiib, Sri Suharyati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








