Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP
<div id="jrip-about-container" style="font-family: 'Segoe UI', Tahoma, Geneva, Verdana, sans-serif; color: #333; max-width: 1100px; margin: auto; background: #fff; padding: 30px; border-radius: 16px; border: 1px solid #e2e8f0; box-shadow: 0 10px 25px rgba(0,0,0,0.05);"> <div style="display: flex; flex-wrap: wrap; gap: 30px; border-bottom: 5px solid #fbbf24; padding-bottom: 30px; margin-bottom: 40px; align-items: flex-start;"> <div style="flex: 0 0 240px; margin: auto;"><img style="width: 100%; border-radius: 12px; box-shadow: 0 12px 20px rgba(150, 75, 0, 0.2);" src="https://jrip.fp.unila.ac.id/public/journals/1/cover_issue_47_en_US.jpg" alt="JRIP Cover"></div> <div style="flex: 1; min-width: 320px;"> <div style="display: inline-block; background: #fff5eb; color: #964b00; padding: 5px 15px; border-radius: 50px; font-size: 13px; font-weight: 800; border: 1px solid #964b00; margin-bottom: 15px; letter-spacing: 1px;">About Journal </div> <h1 style="color: #964b00; margin: 0 0 10px 0; font-size: 28px; font-weight: 800; line-height: 1.2;">Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (JRIP)</h1> <p style="text-align: justify; margin: 20px 0; font-size: 15px; line-height: 1.7;"><strong>JRIP</strong> merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh <strong>Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung</strong>. Sejak tahun 2022, JRIP berkomitmen mendiseminasikan kajian ilmu peternakan melalui terbitan <strong>empat kali setahun</strong> (Februari, Mei, Agustus, dan November).</p> <div style="background: #f8fafc; padding: 15px; border-radius: 8px; border-left: 4px solid #fbbf24;"> <p style="margin: 0; font-size: 14px;"><strong>Chief Editor:</strong> Prof. Dr. Kusuma Adhianto, S.Pt., M.P.</p> </div> </div> </div> <div style="text-align: center; margin-bottom: 50px; background: #fffcf5; padding: 25px; border-radius: 12px; border: 1px solid #fef3c7;"><a style="display: inline-block; background: #964b00; color: #fff; padding: 12px 25px; text-decoration: none; border-radius: 8px; font-weight: bold; margin: 5px; transition: 0.3s;" href="https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/user/register" target="_blank" rel="noopener">Registrasi Penulis</a> <a style="display: inline-block; background: #fbbf24; color: #333; padding: 12px 25px; text-decoration: none; border-radius: 8px; font-weight: bold; margin: 5px; transition: 0.3s;" href="https://docs.google.com/document/d/1w2aYN3VeTcOyjayB4N7KPj_QZxvBH7zD/edit" target="_blank" rel="noopener">Download Template</a></div> <div id="focus" style="margin-bottom: 50px;"> <h2 style="color: #964b00; border-left: 6px solid #fbbf24; padding-left: 15px; font-size: 24px; text-transform: uppercase;">Focus and Scope</h2> <div style="background: #fdf8f5; padding: 25px; border-radius: 12px; margin-top: 20px; border: 1px solid #eadbc8;"> <p style="font-size: 15px; margin-bottom: 15px;">JRIP menerima artikel hasil penelitian yang mencakup bidang:</p> <div style="display: grid; grid-template-columns: repeat(auto-fit, minmax(280px, 1fr)); gap: 10px; color: #964b00; font-weight: 600;">• Produksi Ternak• Nutrisi & Teknologi Pakan• Genetika & Pemuliaan Ternak• Fisiologi & Kesehatan Ternak• Reproduksi & Bioteknologi• Teknologi Hasil Ternak• Sosial Ekonomi Peternakan</div> </div> </div> <div style="display: flex; flex-wrap: wrap; gap: 25px; margin-bottom: 50px;"> <div style="flex: 1; min-width: 320px; background: #fff; padding: 25px; border-radius: 12px; border-top: 5px solid #964b00; box-shadow: 0 4px 15px rgba(0,0,0,0.05);"> <h3 style="color: #964b00; margin-top: 0; font-size: 20px;">Plagiarism Check</h3> <p style="text-align: justify; font-size: 14px; line-height: 1.6;">Setiap artikel yang masuk wajib melalui pemeriksaan plagiarisme menggunakan <strong>Turnitin</strong> untuk menjamin keaslian karya ilmiah.</p> </div> <div style="flex: 1; min-width: 320px; background: #fff; padding: 25px; border-radius: 12px; border-top: 5px solid #fbbf24; box-shadow: 0 4px 15px rgba(0,0,0,0.05);"> <h3 style="color: #333; margin-top: 0; font-size: 20px;">Submission Process</h3> <p style="text-align: justify; font-size: 14px; line-height: 1.6;">Penulis diwajibkan mengikuti <strong>lima langkah submission</strong> yang telah ditetapkan setelah melakukan registrasi dan login di sistem OJS.</p> </div> </div> <div style="text-align: center; margin-top: 50px; padding-top: 30px; border-top: 1px solid #eee; color: #94a3b8; font-size: 12px;"><strong>Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (JRIP)</strong><br> Jurusan Peternakan | Fakultas Pertanian | Universitas Lampung</div> </div>en-US<p data-path-to-node="1">Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.</p> <p data-path-to-node="2">Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:</p> <ul data-path-to-node="3"> <li> <p data-path-to-node="3,0,0">Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.</p> </li> <li> <p data-path-to-node="3,1,0">Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.</p> </li> <li> <p data-path-to-node="3,2,0">Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).</p> </li> </ul>[email protected] (Prof. Dr. Kusuma Adhianto, S.Pt., M.P.)[email protected] (Dian Kurniawati, S.Pt., M.Sc.)Mon, 24 Aug 2026 00:00:00 +0000OJS 3.1.1.4http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60Pengaruh Substitusi Daun Singkong dengan Azolla (Azolla pinnata) terhadap Berat Jenis, Kadar Lemak, dan BKTL Susu Kambing Perah Peranakan Etawa
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1306
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi daun singkong dengan azolla terhadap berat jenis, kadar lemak, dan bahan kering tanpa lemak (BKTL) susu kambing perah PE. Penelitian dilaksanakan pada Oktober--November 2025 bertempat di Soccer Mania <em>Farm, </em>Desa Sumber Gede, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Analisis dilaksanakan di Laboratorium Produksi Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan dan tiga kelompok sebagai ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 (70% daun singkong + 30% ampas tahu), P1 (65% daun singkong + 5% azolla + 30% ampas tahu), dan P2 (60% daun singkong + 10% azolla + 30% ampas tahu). Parameter yang diamati meliputi berat jenis, kadar lemak, dan BKTL susu. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi daun singkong dengan azolla tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap berat jenis, kadar lemak, BKTL susu kambing PE. Namun, perlakuan P1 (65% daun singkong + 5% azolla + 30% ampas tahu), menunjukkan kecenderungan nilai berat jenis dan bahan kering tanpa lemak tertinggi. Sedangkan kadar lemak susu pada perlakuan P1 berada dalam kisaran normal dan memenuhi standar mutu susu yang ada di Indonesia.</p>Alvina Hassifa, Veronica Wanniatie, Liman Liman, Arif Qishton
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1306Mon, 24 Aug 2026 00:00:00 +0000Pengaruh Pemberian Silase Kulit Pisang terhadap Konsumsi Protein Kasar, Lemak Kasar, dan TDN (Total Digestible Nutrient) pada Domba Ekor Tipis
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1376
<p>Penelitian ini dilakukan untuk menentukan level pemberian terbaik silase kulit pisang yang efektif dalam meningkatkan konsumsi protein kasar, lemak kasar, dan TDN (<em>Total Digestible Nutrient</em>). Dilaksanakan pada rentang waktu Desember 2023 hingga Februari 2024 di Kandang Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari perlakuan sebanyak 3, ulangan sebanyak 5 kali, dan menggunakan domba ekor tipis sebanyak 15 ekor. Digunakan perlakuan ransum yaitu P0 : 50% Konsentrat + 50% tebon jagung silase; P1 : 50% Konsentrat + 35% tebon jagung silase + 15% kulit pisang silase; P2 : 50% Konsentrat + 20% tebon jagung silase + 30% kulit pisang silase. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan ANOVA (<em>Analysis of Variance</em>). Jika hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh nyata pada salah satu variabel, akan diuji lanjut dengan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5% atau 1%. Hasil penelitian pada konsumsi protein kasar (P0) 156,74, (P1) 196,55, dan (P2) 192,34 g/ekor/hari, konsumsi lemak kasar (P0) 115,33, (P1) 84,90, dan (P2) 107,32 g/ekor/hari, dan konsumsi TDN (P0) 946,36, (P1) 1022,63, dan (P2) 978,24 g/ekor/hari. Dari hasil uji Beda Nyata Terkecil (BNT) berpengaruh nyata pada protein kasar (181,87%), berpengaruh sangat nyata pada lemak kasar (102,51%), dan tidak berpengaruh nyata pada TDN (982,41%). Serta dengan penambahan silase kulit pisang level 15% merupakan hasil terbaik karena mampu meningkatkan konsumsi nutrien dan palatabilitas ransum secara optimal tanpa menimbulkan efek negatif terhadap sistem pencernaan domba.</p>Astrid Wulaningtias, Kusuma Adhianto, Liman Liman, Muhtarudin Muhtarudin
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1376Mon, 24 Aug 2026 00:00:00 +0000Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Pemberian PGRs GA3 (giberelin) terhadap Produktivitas Rumput Pakchong
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1339
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan frekuensi pemberian GA<sub>3</sub> (<em>giberelin</em>) yang paling optimal dalam meningkatkan produktivitas rumput pakchong. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober 2025−Januari 2026 bertempat diKahfi Farm, Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial (4x3), dengan 3 ulangan sehingga tedapat 36 petak pecobaan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah: Faktor pertama Konsentrasi GA<sub>3</sub> (<em>giberelin</em>) terdiri dari G0 (Konsentrasi Kontrol), G1 (Konsentrasi 350 ppm), G2 (Konsentrasi 700 ppm), dan G3 (Konsentrasi 1.050 ppm). Faktor kedua (Frekuensi Pemberian Konsentrasi Giberelin) terdiri dari F1 (1 kali dengan hari ke-18), F2 (2 kali dengan hari ke-18 dan ke-36), F3 (3 kali dengan hari ke-18, ke-36, ke-54). Variabel yang diamati yaitu produksi segar, produksi bahan kering dan jumlah anakan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam ANOVA (<em>Analysis of Variance</em>) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan pemberian GA<sub>3</sub> (<em>giberelin</em>) dengan konsentrasi dan frekuensi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap jumlah anakan, namun pemberian konsentrasi GA<sub>3</sub> (<em>giberelin</em>) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi segar dan produksi bahan kering rumput Pakchong. Berdasarkan hasil uji BNT, perlakuan konsentrasi GA<sub>3</sub> pada G2 menunjukkan hasil terbaik dengan menghasilkan produksi segar tertinggi sebesar 3422,56 gram/petak dan produksi bahan kering tertinggi sebesar 514,57 gram/petak.</p>Deta Anjelia Maleta, Liman Liman, Anggi Derma Tungga Dewi, Muhtarudin Muhtarudin
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1339Mon, 24 Aug 2026 00:00:00 +0000Pengaruh Pemberian Zat Mutagen Kolkisin dan PGRs Giberelin (GA3) terhadap Produktivitas Rumput Pakchong
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1346
<p>Rumput pakchong (<em>Pennisetum purpureum cv. </em>Thailand) merupakan hijauan pakan dengan produktivitas tinggi dan kandungan nutrisi baik untuk ruminansia. Kolkisin sebagai mutagen dan giberelin (GA<sub>3</sub>) sebagai zat pengatur tumbuh (PGRs) berpotensi meningkatkan pertumbuhan tanaman, namun pengaruh keduanya terhadap rumput pakchong belum banyak diteliti. Penelitian ini dilaksanakan Oktober 2025 hingga Januari 2026 di Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan dan analisis proksimat di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Universitas Lampung. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 4x3 dengan 3 ulangan; faktor pertama giberelin (G): 0 ppm, 350 ppm, 700 ppm, dan 1050 ppm, faktor kedua kolkisin (K): 0%, 0,3%, dan 0,6%. Parameter yang diamati meliputi jumlah anakan, produksi segar, dan produksi bahan kering. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan apabila terdapat perbedaan yang signifikan, analisis dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara kolkisin dan giberelin (GA<sub>3</sub>) tidak berpengaruh signifikan (P>0,05) terhadap jumlah anakan, produksi segar dan produksi bahan kering rumput pakchong. Namun, perlakuan giberelin berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap produksi segar, dengan perlakuan kontrol (G0 = 0 ppm) menghasilkan produksi segar tertinggi sebesar 3126,54 gram/rumpun, berbeda nyata dibandingkan dengan konsentrasi 350 ppm, 700 ppm, dan 1050 ppm. Kolkisin tidak meningkatkan produktivitas rumput pakchong, dan pemberian giberelin eksogen justru menurunkan produksi segar dibandingkan kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa aplikasi GA<sub>3</sub> eksogen pada rumput pakchong tidak direkomendasikan karena berpotensi menurunkan produksi biomassa.</p>Indriani Indriani, Liman Liman, Anggi Derma Tungga Dewi, Muhtarudin Muhtarudin
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1346Mon, 24 Aug 2026 00:00:00 +0000Pengaruh Suplementasi Cu-lisinat, Zn-lisinat, dan Metionin Dalam Ransum terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik pada Kambing Cross Boer Jantan
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1289
<p>Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh penambahan Cu-lisinat, Zn-lisinat, dan metionin terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pada kambing <em>cross</em> Boer jantan, sekaligus mengidentifikasi perlakuan yang memberikan hasil paling optimal terhadap kedua parameter tersebut. Penelitian ini menggunakan 12 ekor kambing yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan masing-masing 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0: ransum basal; P1: ransum basal + 10 ppm Cu-lisinat dan 40 ppm Zn-lisinat; P2: ransum basal + 10 ppm Cu-lisinat dan 40 ppm Zn-lisinat) + Metionin 0,1%. Peubah yang diamati yaitu kecernaan bahan kering (KCBK) dan kecernaan bahan organik (KCBO). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam (ANOVA). Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan Cu-lisinat, Zn-lisinat, dan metionin ke dalam ransum tidak memberikan perbedaan yang signifikan secara statistik (P>0.05) terhadap nilai kecernaan bahan kering (KCBK) maupun kecernaan bahan organik (KCBO) pada kambing <em>cross</em> Boer jantan.</p>Monika Yuliana Putri, Muhtarudin Muhtarudin, Liman Liman, Agung Kusuma Wijaya
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1289Mon, 24 Aug 2026 00:00:00 +0000Pengaruh Lama Perendaman dengan Substitusi KCl dan Penambahan Jahe Merah Terhadap Warna, Bobot, dan Hardness Yolk Telur Asin Ayam Ras
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1333
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi NaCl dengan KCl, penambahan jahe merah, dan lama perendaman terhadap kualitas <em>yolk</em> telur asin ayam ras yang meliputi warna, bobot, dan <em>hardness yolk</em>. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3×2 dengan empat ulangan. Faktor pertama perlakuan larutan perendaman yaitu P0 (larutan garam 20% sebagai kontrol), P1 (substitusi 20% NaCl dengan KCl + jahe merah 8%), dan P2 (substitusi 20% NaCl dengan KCl + jahe merah 16%), serta faktor kedua lama perendaman 14 dan 28 hari. Parameter yang diamati meliputi warna, bobot, dan <em>hardness yolk</em>. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANARA) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara substitusi KCl 20% yang dikombinasikan dengan penambahan jahe merah 8% dan16% dengan lama perendaman terhadap kualitas <em>yolk</em> telur asin ayam ras (P>0,05). Penambahan garam KCl dan jahe merah 8% dan 16% juga tidak memberikan pengaruh nyata terhadap warna, bobot, dan <em>hardness yolk</em> telur asin ayam ras (P>0,05). Lama perendaman hingga 28 hari tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas <em>yolk</em> telur asin ayam ras (P>0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa substitusi KCl 20% serta penambahan jahe merah 8% dan 16% dengan lama perendaman 14 hari dan 28 hari tidak mempengaruhi kualitas fisik <em>yolk</em> telur asin ayam ras.</p>Muhammad Dimas Marceleno, Khaira Nova, Dian Septinova, RR Riyanti
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1333Mon, 24 Aug 2026 00:00:00 +0000Efek Suplementasi Berbagai Akselerator pada Silase Onggok terhadap Uji Organoleptik, Kandungan Protein Kasar, Lemak Kasar, dan Serat Kasar
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1321
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan penambahan akselerator yang terbaik terhadap uji organoleptik serta kandungan protein kasar, lemak kasar, dan serat kasar silase onggok. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober 2025 di Laboratorium Produksi Ternak serta Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 4 ulangan, Perlakuan yang diberikan yaitu P0 : onggok tanpa akselerator, P1 : onggok + ekstrak rumput fermentasi 30 ml/kg bahan segar, dan P2 : onggok + EM4 30 ml/kg bahan segar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan akselerator tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap uji organoleptik. Namun, berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap protein kasar dan serat kasar, serta berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap lemak kasar. Hasil terbaik kandungan protein kasar, lemak kasar dan serat kasar berdasarkan uji BNT terdapat pada perlakuan P1 dan P2 dengan penambahan akselerator yang menghasilkan kandungan protein kasar tertinggi dan lemak kasar terendah serta serat kasar terendah.</p>Nabela Okti Asminingrum, Liman Liman, Syahrio Tantalo, Muhtarudin Muhtarudin
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1321Mon, 24 Aug 2026 00:00:00 +0000Titer Antibodi Newcastle Disease dan Avian Influenza Pada Ayam Kampung Jantan yang Diberi Ekstrak Mimba (Azadirachta Indica) Melalui Air Minum
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1368
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak mimba (<em>Azadirachta indica</em>) dengan dosis yang berbeda dalam air minum terhadap titer antibodi ND dan AI pada ayam kampung jantan. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2025 - Desember 2025 di Kandang Ayam Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan, di mana setiap perlakuan terdiri atas 3 ekor ayam. Perlakuan yang diberikan yaitu P0: air minum tanpa ekstrak mimba, P1: air minum dengan 2,5 mg ekstrak mimba /kg BB/hari, P2: air minum dengan 5 mg ekstrak mimba /kg BB/hari, P3: air minum dengan 10 mg ekstrak mimba /kg BB/hari, dan P4: air minum dengan 20 mg ekstrak mimba /kg BB/hari. Pemeriksaan titer antibodi AI dan ND di lakukan di Laboratorium PT. Medion Farma Jaya, Bandar Lampung. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan P1 menghasilkan rata-rata titer antibodi ND tertinggi sebesar 458,67 dan titer antibodi AI sebesar 50,00. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dosis 2,5 mg ekstrak mimba/kg BB/hari pada perlakuan P1 cenderung menghasilkan titer antibodi ND dan AI yang lebih tinggi pada ayam kampung jantan.</p>Neva Anggraeni, Purnama Edy Santosa, Etha' Azizah Hasiib, Madi Hartono
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1368Mon, 24 Aug 2026 00:00:00 +0000Efek Suplementasi Berbagai Akselerator pada Silase Onggok terhadap Bahan Kering, Konsentrasi Asam Laktat, pH, dan Nilai Fleigh
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1335
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suplementasi akselerator terbaik silase onggok terhadap bahan kering, konsentrasi asam laktat, pH, dan nilai fleigh<em>. </em>Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober—November 2025 di Laboratorium Reproduksi Ternak dan Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan, yaitu P0 : onggok tanpa akselerator, P1 : onggok + ekstrak rumput fermentasi 30 ml/kg bahan segar, P2 : onggok + EM4 30 ml/kg bahan segar. Analisis data menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan akselerator silase onggok tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bahan kering dan konsentrasi asam laktat, namun penambahan akselerator berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai pH dan nilai fleigh. Berdasarkan uji lanjut BNT, penambahan akselerator pada perlakuan P1 dan P2 memberikan hasil terbaik dalam penurunan pH masing-masing 2,70 dan 2,72, serta meningkatkan nilai fleigh 133,06 dan 131,64.</p>Putri Pramudita, Liman Liman, Syahrio Tantalo, Muhtarudin Muhtarudin
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1335Mon, 24 Aug 2026 00:00:00 +0000Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Pemberian PGRs Ga₃ (Giberelin) terhadap Morfologi Rumput Pakchong
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1341
<p>Sasaran studi ini ialah untuk memahami pengaruh konsentrasi dan frekuensi giberelin (GA₃) serta interaksinya terhadap morfologi pakchong. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2025–Januari 2026 di Lahan Kahfi Farm, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, dan pengamatan stomata dilakukan di Laboratorium Fisiologi dan Reproduksi Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Metode yang diimplementasikan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu konsentrasi giberelin G0: tanpa giberelin (kontrol), G1: 350 ppm, G2: 700 ppm, G3: 1.050 ppm, dan frekuensi pemberian F1: 1 kali aplikasi, F2: 2 kali aplikasi, dan F3: 3 kali aplikasi. Analisis data dilakukan dengan analisis ragam, dan apabila terdapat kontras signifikan maka digunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Temuan studi mengindikasikan jika konsentrasi dan frekuensi pemberian giberelin tidak berimplikasi (P>0,05) pada tinggi, jumlah daun, luas permukaan daun, dan kerapatan stomata, namun berpengaruh (P<0,05) terhadap rasio daun dan batang rumput pakchong. Tidak terdapat interaksi yang signifikan (P>0,05) antara konsentrasi dan frekuensi pemberian GA₃ terhadap morfologi pakchong. Kesimpulannya, pemberian GA₃ pada konsentrasi dan frekuensi yang diuji belum efektif dalam meningkatkan karakter morfologi rumput pakchong, kecuali pada rasio daun dan batang, serta tidak menunjukkan interaksi antar konsentrasi dan frekuensi.</p>Raniela Suci Permadani, Liman Liman, Anggi Derma Tungga Dewi, Muhtarudin Muhtarudin
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1341Sun, 23 Aug 2026 11:33:33 +0000Pengaruh Pemberian Dosis Premix yang Berbeda terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Ransum pada Sapi Limousin dan Simmental
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1332
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara dosis premix dan bangsa sapi serta pengaruh pemberian premix terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pada sapi Limousin dan Simmental. Penelitian dilaksanakan pada bulan November--Desember 2025 di Kurnia Mandiri Farm, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 2 × 3 dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah bangsa sapi, yaitu sapi Limousin dan Simmental, sedangkan faktor kedua adalah dosis premix, yaitu P0 (ransum basal), P1 (ransum basal + premix 0,2%), dan P2 (ransum basal + premix 0,4%). Peubah yang diamati meliputi kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Data dianalisis menggunakan <em>Analysis of Variance</em> (ANOVA). Pemberian premix dengan dosis 0,2% dan 0,4% tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik sapi Limousin dan Simmental. Perbedaan bangsa sapi serta interaksi antara dosis premix dan bangsa sapi juga tidak berpengaruh nyata terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian premix hingga dosis 0,4% dalam ransum basal tidak memengaruhi kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik sapi Limousin dan Simmental.</p>Sagita Dwi Rahmawati, Liman Liman, Agung Kusuma Wijaya, Muhtarudin Muhtarudin
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1332Mon, 24 Aug 2026 00:00:00 +0000Pengaruh Substitusi Silase Tebon Jagung dengan Silase Daun Singkong terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Ransum pada Domba Ekor Tipis
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1347
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi silase tebon jagung dengan silase daun singkong pada level yang berbeda terhadap kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO) ransum pada domba ekor tipis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober–November 2025 di kandang domba dan Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Unit percobaan yang digunakan adalah domba ekor tipis jantan sebanyak 12 ekor. Perlakuan yang diberikan terdiri atas P0: konsentrat 55% + silase tebon jagung 45%; P1: konsentrat 55% + silase tebon jagung 30% + silase daun singkong 15%; P2: konsentrat 55% + silase tebon jagung 15% + silase daun singkong 30%; dan P3: konsentrat 55% + silase daun singkong 45%. Parameter yang diamati meliputi kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO). Data hasil pengamatan selanjutnya dianalisis secara statistik menggunakan metode <em>Analysis of Variance</em> (ANOVA). Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan silase daun singkong sebagai substitusi silase tebon jagung pada berbagai tingkat pemberian tidak memberikan pengaruh yang signifikan (P>0,05) terhadap nilai KcBK maupun KcBO pada domba ekor tipis. Nilai rata-rata kecernaan bahan kering pada perlakuan P0, P1, P2, dan P3 berturut-turut sebesar 64,86±4,38%; 58,62±3,08%; 60,13±1,32%; dan 56,82±2,82%, sedangkan nilai rata-rata kecernaan bahan organik masing-masing sebesar 65,88±4,24%; 60,04±2,68%; 61,58±1,15%; dan 58,27±2,82%.</p>Septiarani Septiarani, Muhtarudin Muhtarudin, Liman Liman, Erwanto Erwanto
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1347Mon, 24 Aug 2026 00:00:00 +0000Pengaruh Suplementasi Cu-lisinat, Zn-lisinat dan Metionin dalam Ransum Limbah Singkong terhadap Kecernaan Serat Kasar dan Protein Kasar Kambing Cross Boer
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1334
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mineral organik (Cu-lisinat dan Zn-lisinat) dalam ransum terhadap kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar pada kambing <em>cross</em> boer jantan. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental pada bulan Desember 2025 – Januari 2026 di Kahfi Farm, Jati Agung, Lampung Selatan, dengan analisis proksimat dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 3 perlakuan dan 4 ulangan dengan total 12 ekor kambing cross boer jantan. Perlakuan yang digunakan yaitu P0 (ransum basal 100%), P1 (P0 + mineral organik 40 ppm Zn-lisinat dan 10 ppm Cu-lisinat), dan P2 (P1 + penambahan asam amino metionin 0,1% sesuai rekomendasi produk). Peubah yang diamati meliputi kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mineral organik (Cu-lisinat dan Zn-lisinat) serta penambahan asam amino metionin dalam ransum tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan protein kasar maupun kecernaan serat kasar kambing cross boer jantan. Pemberian mineral organik Cu-lisinat dan Zn-lisinat serta metionin dalam ransum belum mampu meningkattkan kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar pada kambing <em>cross</em> boer jantan.</p>Syafira Aulia Rahma, Muhtarudin Muhtarudin, Liman Liman, Agung Kusuma Wijaya
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1334Mon, 24 Aug 2026 00:00:00 +0000Pengaruh Pemberian Premix dengan Dosis yang Berbeda terhadap Hemoglobin, Eritrosit, dan Hematokrit pada Sapi Limousin dan Simmental
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1362
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian premix dengan dosis yang berbeda terhadap kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan nilai hematokrit pada sapi Limousin dan Simmental, serta interaksi antara bangsa sapi dan dosis premix terhadap parameter. Penelitian dilaksanakan pada November--Desember 2025 di Kurnia Mandiri Farm, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Analisis sampel dilaksanakan di Pro Lab Veterinary DIY. Penelitian menggunakan rancangan faktorial dengan dua faktor perlakuan, yaitu bangsa sapi dan dosis premix yang terdiri atas P0 (Ransum basal+premix 0%), P1 (Ransum basal+premix 0,2%), dan P2 (Ransum basal+0,4%). Parameter yang diamati meliputi hemoglobin, eritrosit dan hematokrit darah. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata (P<0,05) antara bangsa sapi dan persentase premix terhadap kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan nilai hematokrit. Hasil uji BNT menunjukkan bahwa pemberian premix dosis P1 (0,2%) menghasilkan nilai hemoglobin, eritrosit, dan hematokrit yang lebih tinggi dan berbeda nyata dibandingkan perlakuan lainnya, sedangkan dosis P2 (0,4%) cenderung menurunkan parameter hematologi, terutama pada sapi Limousin. Pemberian premix pada dosis P1 (Ransum basal+premix 0,2%) mampu menghasilkan nilai parameter hematologi yang lebih baik dan masih berada dalam kisaran normal, sedangkan pemberian dosis P2 (Ransum basal+premix 0,4%) cenderung menurunkan semua nilai parameter pada sapi Limousin. Sapi Simmental menunjukkan respon hematologi yang lebih stabil terhadap berbagai dosis premix.</p>Zhefira Nauradelva, Arif Qisthon, Muhtarudin Muhtarudin, Sri Suharyati
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by/4.0
https://jrip.fp.unila.ac.id/index.php/JRIP/article/view/1362Mon, 24 Aug 2026 00:00:00 +0000