ESTIMASI NILAI RIPITABILITAS DAN NILAI MPPA (MOST PROBABLE PRODUCING ABILITY) BOBOT SAPIH SAPI PERANAKAN ONGOLE (PO) DI DESA WAWASAN KECAMATAN TANJUNGSARI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Abstract
This research aims to estimate the value of ripeatability and Most Probable Producing Ability (MPPA) for weaning weight of Ongole grade cattle. This research wascarried out on 29 June--29 July 2018 in Wawasan Village, Tanjungsari District, South Lampung Regency, Lampung Province. The research material used consisted of the age of the mother at the time of delivery, calf birth weight, calf weaning age, calf weaning weight, and recording data in 2013--2017 . This study used a survey method. Data analysis was carried out by estimating corrected weaning weights, ripitability values, and MPPA. Based on the results of this study the average value of corrected weaning weight was 111,81±13,56; ripitability value was 0,6, and the average value of MPPA was 245,98±29,83. Ripitability value of 0.6 estimated in this study included in the high category. This study also showed that there were 56,76% of cows which had MPPA values above the average (245,98±29,83).
Keywords: MPPA, PO cattle, Ripitability estimate, Weaning weight.
Downloads
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








