GAMBARAN TOTAL LEUKOSIT DAN DIFERENSIAL LEUKOSIT AYAM KAMPUNG (Gallus gallus domesticus) DENGAN PEMBERIAN EKSTRAK SAMBILOTO (Andrographis paniculata)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total leukosit dan diferensial leukosit ayam kampung (Gallus gallus domesticus) dengan pemberian ekstrak sambiloto (Andrographis paniculata). Penelitian ini dilaksanakan pada Januari--Maret 2022 di unit kandang Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Pemeriksaan sampel darah dilakukan di Laboratorium Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakukan P0 tanpa pemberian ekstrak sambiloto (Andrographis paniculata); P1 dosis 3 mg/kg BB/hari; P2 dosis 6 mg/kg BB/hari; P3 12 mg/kg BB/hari. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak sambiloto (Andrographis paniculata) pada ayam kampung jantan umur 54 hari memiiki rata-rata total leukosit, basophil dan monosit berada diatas kisaran normal, dan total neutrophil, eosinophil, dan limfosit berada pada kisaran normal. Kesimpulan dari penelitian ini total leukosit, basophil dan monosit berada diatas kisaran normal, sedangkan total neutrophil, eosinophil, dan limfosit berada pada kisaran normal.
Downloads
References
Abidin, Z. 2002. Meningkatkan Produktivitas Ayam Pedaging. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Akmal. 2017. Basofil, Bagian Sel Darah Putih yang Berperan dalam Reaksi Alergi. http://www.satujam.com/basofil/. Diakses pada 1 November 2021.
Dellman dan E.M. Brown. 1992. Buku Teks Histologi Veterinary I. Ed ke-3. UI. Press. Jakarta.
Dharmawan, N. S. 2002. Pengantar Patologi Klinik Veteriner. Pelawa Sari. Denpasar.
Guyton, A. C, dan J. E. Hall. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Ed Ke-9. Irawati Setiawan. Penerjemah. EGC. Jakarta.
Guyton, A. C. 1995. Fisiologi Kedokteran dan Mekanisme Penyakit. Alih bahasa oleh Setiawan, I., K. A. Tengadi, dan A. Santoso. EGC. Jakarta.
Hoffbrand, A. V. dan Pettit, J. E. 1996. Kapita Selekta Haematologi. Jakarta.
Jain, N. C.1993. Essential of Vetenary Hematology. Lea dan Febiger. Philadelphia.
Khumairoh, Tjandrakirana, dan W. Budijastuti. 2013. Pengaruh pemberian filtrat daun sambiloto terhadap jumlah leukositbdarah tikus putih yang terpapar benzena. J. Lentera Berkah Ilmiah Biologi. Vol. 2 (1): 1--5.
Meyer, D. J., E. H. Coles, dan L. J. Rich. 1992. Veterinary Laboratory Interpretation and Diagnosis. W. B. Saunders Company. Philadelphia.
Muchtadi, D dan Sugiyono T. R. 1989. Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Nurhadi, A dan I. G. Sudana. 1988. Buku Spesimen Veteriner. Departemen Pertanian Direktorat Jenderal Peternakan. Jakarta.
Roitt, I. M. 1990. Immunology. Second Edition. Gower Medical Publ. London.
Samuelson, D.A. 2007. Textbook of Veterinary Histology. Elsevier. Missouri.
Sasmito, E. 2017. Imunomodulator Bahan Alam. Edisi 1. Yogyakarta.
Satyaningtijas, A. S., S. D. Widhyari dan R. D. Natalia. 2010. Jumlah eritrosit, nilai hematokrit, dan kadar hemoglobin ayam pedaging umur 6 minggu dengan pakan tambahan. J. Kedokteran Hewan. 4 (2): 69--73.
Soeharsono, L. A., E. Hernawan, K. A. Kamil, dan A. Mushawwir. 2010. Fisiologis Ternak Fenomena dan Nomena Dasar, Fungsi dan Interaksi Organ pada Hewan. Widya Padjajaran. Bandung.
Subowo. 1993. Imunobiologi. Angkasa. Bandung.
Sugiharto. 2014. Faktor-faktor Resiko Hipertensi Grade II pada Masyarakat. Tesis. Universitas Diponegoro. Semarang.
Tizard, I. R. 1982. Pengantar Imunologi Veteriner. Edisi ke-2. Penerjemah: M. Partodiredjo. Airlangga University Press. Surabaya.
Copyright (c) 2023 Dimas Aji Fakhruddin, Siswanto Siswanto, Dian Septinova, Purnama Edy Santosa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








