PENGARUH PERSENTASE ANTARA AMPAS TAHU DAN LIMBAH IKAN SEBAGAI MEDIA TUMBUH MAGGOT (Black Soldier Fly)
Abstract
Penelitaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara ampas tahu dan limbah ikan dengan persentase berbeda sebagai media tumbuh terhadap kualitas morfologi (warna, panjang, lebar), produksi per ekor, dan produksi segar maggot black soldier fly yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari-April 2023, di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Jati Mulyo, Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P1: ampas tahu 25% BK + limbah ikan 75% BK; P2: ampas tahu 37,5% BK + limbah ikan 62,5% BK; P3: ampas tahu 50% BK + limbah ikan 50% BK; P4: ampas tahu 62,5% BK + limbah ikan 37,5% BK; dan P5: ampas tahu 75% BK + limbah ikan 25% BK. Peubah yang diamati meliputi morfologi maggot black soldier fly (warna, panjang, lebar), produksi per ekor, dan produksi segar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda duncan’s multiple range test (DMRT). Hasil penelitian persentase media tumbuh memberikan pengaruh sangat nyata terhadap panjang, lebar, produksi per ekor dan produksi segar maggot (P<0,01), sedangkan pada warna maggot (P<0,05) tidak nyata. Media tumbuh pada persentase ampas tahu 50% + limbah ikan 50% (P3) memberikan pengaruh terbaik terhadap panjang, lebar, produksi per ekor dan produksi segar maggot black soldier fly.
Downloads
References
http://dapurhalal.com.artikel-46-Titik_kritis-kehalalan bahan-PembuatProduk-Bakery-&_Kue-
--Part-I-html. Diakses pada 23 Juli 2022.
Bosch G., S. Zhang S, G. A. B. O. Dennis, dan H. H Wouter. 2014. Protein qualityof insects as
potential ingredients for dog and cat foods. Journal of Nutrition Science. 29 (3):1-4.
Evan, D. H. 1993. The Physiology of Fishes. CCR. Press. London.
Gobbi . P., A. Martinez-Sanchez, dan S. Rojo. 2013. The effects of larval diet on adult life-history
traits of the Black soldier fly, Hermetia illucens (Diptera: Stratiomyidae). Eur Journal
Entomol. 110(3):461-468.
Hem, S., S. Toure, C. Sagbla, dan M. Legendre. 2008. Bioconversion of palmkernel meal for aquaculture: experiences from the forest region (Republic ofGuinea). Africa Journal Biotechnology. 7(8):1192-1198.
Mainassy, M.C. 2017. Pengaruh parameter fisika dan kimia terhadap kehadiran ikan lompa
(thryssa baelama forsskal) di perairan pantai apui kabupaten maluku tengah. Jurnal
Perikanan Universitas Gadjah Mada.19 (2): 61-66.
McShaffrey, D. 2013. Hermetia illucens - Black Soldier Fly - Hermetia illucens. Retrieved March
1, 2018. Diakses dari://bugguide.net/node/view/874940. Diakses pada 10 April 2022.
Raharjo, E. I., Rachimi., M. Arief. 2016. Penggunaan ampas tahun dan kotoran ayam untuk meningkatkan produsi maggot (Hermetia illuceens). Jurnal Ruaya. 4(1): 33-38.
Retnani. 2014. Proses Industri Pakan. IPB Press. Bogor.
Van Huis A. 2013. Potential of insectsas food dan feed in assuring food security.
Annual Review Entomology. 58(3): 563-583.
Yusuf. 2022. Pengaruh Berbagai Media Terhadap Morfologi (Warna, Panjang, Lebar), Produksi Per
Ekor, Segar dan Bahan Kering Maggot Black Soldier Fly. Skrispsi. Univesitas Lampung.
Lampung
Copyright (c) 2024 M. Deni Arifin, Farida Fathul, Firia Tsani Farda, Liman Liman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








