KANDUNGAN Escherichia coli PADA DAGING BROILER DI PASAR-PASAR TRADISIONAL KABUPATEN TANGGAMUS
Abstract
This research that conducted in December 2016 – January 2017 intended to determine the content of Eschericia coli in broiler meat from traditional markets of Tanggamus district. The analysis of E.coli content was done in laboratory of veterinary public health, Regional Veterinary Hall III Lampung. This research used 28 samples that collected by random sampling in the morning and daylight. The obtained data were made in tabulation form and analyzed descriptively to the sample condition that collected in the morning and daylight. The results of this research indicated that from the total of 28 sample, came from 4 markets with 19 traders, there were 25 meat samples contained amount of E.coli below the standard and 3 samples contained the E.coli above the standard. The three samples that exceeding the standard were consisted of 1 sample belonged to Liliana, merchant from Gisting Market, with the daylight collecting-time and 2 samples belonged to Abu Yusuf and Agus, merchant from Kota Agung market,with the morning collecting-time.
Key Words: Broiler, Escherichia coli, Traditional Market, Tanggamus
Downloads
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








