EFEKTIVITAS PEMBERIAN JINTAN HITAM (Nigella sativa) TERHADAP TOTAL LEUKOSIT DAN DIFERENSIAL LEUKOSIT AYAM UNGGAS LESTARI UNGGUL (ULU) JANTAN
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian jintan hitam (Nigella sativa) terhadap total leukosit dan diferensial leukosit pada ayam unggas lestari unggul (ULU) jantan. Mengetahui dosis jintan hitam ( Nigella sativa ) yang terbaik terhadap total leukosit dan diferensial leukosit pada ayam ULU jantan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2022 sampai Februari 2023 di unit kandang Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung dan Laboratorium Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dengan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. P0 : pakan tanpa campuran Nigella sativa P1 : pakan dengan 36 mg/kg BB/hari Nigella sativa P2 : pakan dengan 72 mg/kg BB/hari Nigella sativa P3 : pakan dengan 144 mg/kg BB/ hari Nigella sativa. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian Nigella sativa pada ayam ULU jantan umur 56 hari memiliki nilai ratarata leukosit dan diferensial leukosit pada kisaran normal. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pemberian Nigella sativa pada ayam ULU jantan dianjurkan dengan dosis 72 mg/kg BB/hari.
Downloads
References
Blecha, F. 2000. Immune System Respon to Stress. In GP Moberg dan JaMench, editor. The Biology of Animals Stress Basic Principles and Implications for Animals Welfare. CABI. Wallingford.
Guyton, A.C. dan J. E. Hall. 2007. Buku Ajar Fisiologis Kedokteran. Alih bahasa oleh Setiawan, I., K. A. Tengadi, dan A. Santoso. EGC. Jakarta.
Guyton, A.C. dan J. E. Hall. 2008. Buku ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta. EGC
Hutapea, J.R. 1994. Investasi Tanaman Obat Indonnesia III. Departemen Kesehatan RI. Jakarta.
Lohman. 2004. Manual Guide Loghman Layer. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Jakarta
Purnomo, D., Sugiharto, dan Isroli. 2019. Total leukosit dan diferensial leukosit darah ayam broiler akibat penggunaan tepung onggok fermentasi hizopusoryzae pada ransum. Jurnal Ilmu Peternakan. 1 : 34—36.
Kayadoe, M., P. Sambodo, dan Y. Aronggear. 2008. Perbandingan gambaran darah burung maleo gunung (Aepodius Arfakianus) betina dan ungags yang telah didomestikasi. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Fakultas, Peternakan, Perikanan, Kelautan-Universitas Papua, Manokwari.
Samuelson, D. A. 2007. Textbook of Veterinary Histology. Elsevier. Missouri.
Subowo. 1993. Imunobiologi. Penerbit Angkasa. Bandung.
Sugiharto, S. 2014. Role of nutraceuticals in gut health and growth performance of poultry. J. Saudi Soc. Agric. Sci. 1-3
Tizzard, I. R. 1982. Pengantar Imunologi Veteriner. Edisi ke-2. Penerjemah : M. Partodiredjo. Airlangga University Press. Surabaya.
Tizzard, I. R. 1982. Pengantar Imunologi Veteriner. Edisi 2. Airlangga University Press. Surabaya.
Copyright (c) 2024 Rohayanti Rohayanti, siswanto siswanto, liman liman, purnama edy santosa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








