PENGARUH PENAMBAHAN VITAMIN C, VITAMIN E DAN L CARNITINE DALAM PENGENCER SITRAT KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR PADA DOMBA EKOR TIPIS
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Vitamin C, Vitamin E dan L carnitine terhadap kualitas semen cair (motilitas, viabilitas, dan abnormalitas) dalam pengencer sitrat kuning telur pada semen Domba Ekor Tipis. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2023—Januari 2024 bertempat di Laboratorium Fisiologi dan Reproduksi Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya adalah P0: tanpa penambahan Vitaimin C, Vitamin E dan L carnitine (control), P1: penambahan Vitamin C 500 mg/100 ml pengencer, P2: penambahan Vitamin E 500 mg/100 ml pengencer, P3: penambahan L carnitine 0,6 mg/100 ml pengencer. Data yang diperoleh dianalisis ragam dengan taraf 5% kemudian dilanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) untuk peubah yang berpengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan Vitamin C, Vitamin E dan L carnitine dalam bahan pengencer sitrat kuning telur berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap motilitas pasca pengenceran, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap abnormalitas dan viabilitas pasca pengenceran. Penambahan Vitamin C, Vitamin E dan L carnitine dalam bahan pengencer sitrat kuning telur tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap motilitas, abnormalitas, dan viabilitas pada penyimpanan selama 3 jam penyimpanan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan L carnitine 0,6 mg/100 ml pengencer sitrat kuning telur (P3) memberikan pengaruh terbaik terhadap motilitas spermatozoa Domba Ekor Tipis pasca pengenceran.
Downloads
References
Daniel LS., M. Regina, Botting, H. Timothy. 2004. Cyclooxygenase isozymes: The biology of prostaglandin synthesis and inhibition. Pharmacol Rev. 56(3): 387—437.
Darusalam, I.R.I. Arifiantini, I. Supriatna dan R. S. D. Rasad. 2020. The effect of L-carnitine in Tris egg yolk-based diluent on the quality of Pasundan bull semen preserved in chilled condition. Journal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture, 45(3): 197–205.
Destriani, S. 2021. Pengaruh Penambahan Vitamin C dalam Pengencer Tris Kuning Telur terhadap Kualitas Spermatozoa Sapi Brahman setelah Thawing. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya. Sumatera Selatan.
Febrianta H, Yunianto VD, Nurwantoro N, Bintoro VP. 2020. Mikroenkapsulasi pengeringan beku kunyit (Curcuma longa l.) menggunakan matriks amorf maltodekstrin, tepung singkong termodifikasi dan susu skim. Sejarah Universitas Dunarea de Jos dari Galati. Fascicle VI-Teknologi Pangan, 44(2): 26-42.
Gordon, M.H. 1990. The mechanism of antioxidants action in vitro. Elsivier Applied Science, 9(1):17–23.
Hartono, M. 2008. Optimalisasi penambahan vitamin E dalam pengencer sitrat kuning telur untuk mempertahankan kualitas semen kambing Boer. Jurnal Indonesian Tropical Animal Agriculture, 33(1): 11–19.
Hartono, M., S. Suharyati, P.E. Santosa, dan Siswanto. 2020. Buku Penuntun Praktikum Teknologi Reproduksi Ternak. Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Mayes, P.A. 1995. Glukoneogenesis dan Pengendalian Kadar Glukosa Darah. Biokimia Harper, Diterjemahkan oleh Andry Hartono, Edisi XXII, 227, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta
Salisbury, G. W. Dan N. L. VanDemark. 1985. Fisiologi Reproduksi dan Inseminasi Buatan pada Sapi. Terjemahan R. Djanuar. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta
Savitri, F. K., S. Suharyati, dan Siswanto. 2014. Kualitas semen beku sapi Bali dengan penambahan berbagai dosis vitamin C pada bahan pengencer skim kuning telur. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 2(3): 30–36.
Solihati N., I. Ruhijat, S. D. Rasad, M. Rizal dan M. Fitriati. 2008. Kualitas spermatozoa cauda epididimis sapi Peranakan Ongol (PO) dalam pengencer susu, Tris, dan sitrat kuning telur pada penyimpanan 4--5ºC. Animal Production, 10(1): 22–29.
Sumargono, T. 1998. Peningkatan Kualitas Spermatozoa Kerbau Lumpur Dengan Penambahan Asam Ascorbat dalam Pengencer Semen Beku. Tesis. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Suyadi, M. Zainudin, dan M.N. Ihsan. 2015. Efisiensi reproduksi sapi perah PFH pada berbagai umur di CV. Milkindo Berka Abadi Desa Tegal sari Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 24(3): 32–37.
Tanii, R. Y., A. A. Dethan, dan T. I. Purwantiningsih. 2022. Pengaruh pengencer ekstrak air daun tebu dalam sitrat kuning telur terhadap viabilitas dan abnormalitas spermatozoa serta pH semen sapi Bali. Journal of Tropical Animal Science and Technology, 4(1): 56–65.
Toelihere. 1993. Fisiologi Reproduksi pada Ternak. Penerbit Angkasa. Bandung.
Trias, P. A. H. 2001. Kualitas sperma dan pengaruh bahan pengencer terhadap daya hidup spermatozoa domba Lokal. Buletin Pertanian dan Peternakan, 2(3): 14–20.
Werdhany, W.I. 1999. Efektifitas penambahan alfa tokoferol di dalam pengencer tris dan susu skim terhadap kualitas semen beku kambing Peranakan Etawa. Tesis. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Wu G.Q., B.Y. Jia, J.J. Li, X.W. Fu, G.B. Zhou, Y.P. Hou and S.E. Zhu. 2011. L-carnitine enhances oocyte maturation and develpoment of parthenogenetic embryos in pig. Theriogenology, 76:785-793.
Yulnawati, M.A. dan H. Setiadi. 2005. Pemanfaatan sari buah melon dan sari wortel sebagai media pengencer alternatif semen cair domba garut. Protein, 1(2): 151–160.
Copyright (c) 2024 Fanya Putri Sakila, Sri Suharyati, Madi Hartono, Siswanto Siswanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








