PENGARUH PERBEDAAN VARIETAS DAN STARTER PADA SILASE TEBON JAGUNG TERHADAP KADAR ABU, KADAR LEMAK KASAR, DAN KADAR BAHAN EKSTRAK TANPA NITROGEN
Abstrak
This study aimed to investigate the content of ash, ether extract, and nitrogen free extract in corn silage with two varieties (BISI-18 and NK-212) given two types of starter (molasses and rice bran). This research was conducted in May-August 2019 at the Laboratory of Animal Nutrition and Feed, Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung. The factors studied were (1) corn stover varieties which consisted of two varieties (BISI-18 and NK-212) and (2) starter which consisted of two types of starter (molasses and rice bran). The results of this study showed that there was no interaction (P>0.05) between the use of varieties of corn forage and starter on ash, ether extract, and nitrogen free extract of silage. The use of different corn varieties had a significant effect (P<0.05) on silage ash, but it had no significant effect (P>0.05) on ether extract and nitrogen free extract of silage. The use of different types of starter has no significant effect (P>0.05) on ash, ether extract and nitrogen free extract of silage.
Keywords: Corn Silage, Silage Nutrition, Starter, Varieties
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








