PENGARUH PERLAKUAN SKARIFIKASI TERHADAP DAYA KECAMBAH TANAMAN SAGA POHON (Adenanthera pavonina L.)
Abstract
This research aimed to investigate the effect of various scarification treatments on the germination of tree saga seeds (Adenanthera pavonina L.). This study used a completely randomized design (CRD) with 6 treatments and 3 replications. The treatments in this study were P0 (control), P1 (soaked using distilled water for 24 hours), P2 (soaked using hot water 60 °C for 15 minutes), P3 (sanded skin), P4 (soaked using 1% H2SO4 for 30 minutes), and P5 (soaked using goat urine for 30 minutes). The data obtained were analyzed by Analysis of Variance and continued with the Least Significant Difference Test (LSD) level of 5%. The results showed that the treatment had a very significant effect (P <0.01) on germination rate. The best treatment that can increase the germination of a tree saga seeds (Adenanthera pavonina L.) was by eroding the seed skin using sandpaper. This treatment can produce an average germination of 78.89%, while the treatment that produce the highest abnormal seeds was found in the treatment by soaking using 1% H2SO4 for 30 minutes. The treatment that produce normal seeds, dead seeds, and the highest fungus-stricken seeds were found in the treatment by eroding the seed skin using sandpaper. The treatment that produced the highest hard seed was control.
Keywords: Germination, Saga, Scarification.
Downloads
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








