PENGARUH PEMBERIAN LIMBAH SINGKONG DAN MINERAL MIKRO ORGANIK TERHADAP KECERNAAN LEMAK DAN TOTAL DIGESTIBLE NUTRIENT PADA KAMBING PERANAKAN ETAWA JANTAN
Abstract
The purpose of this study was to determine the effect of cassava waste and organic micro minerals on fat digestibility and TDN (Total Digestible Nutrient) in Ettawa crossbreed goat. This research was conducted on 11-25 November 2018 at Gisting Atas District, Blok 18, Gisting Subdistrict, Tanggamus Regency, Lampung Province. The material used was 12 male Ettawa crossbreed goat with varied body weights. This study used a randomized block design consisted of 4 treatments and 3 replications. Grouping based on body weight is U1 (13-15 kg) U2 (15-17 kg), and U3 (17-25 kg). The research treatment consisted of R0 (control ration), R1 (fermented feed ingredients), R2 (R1 + cassava leaves) and R3 (R2 + Organic Micro Minerals). The results showed that the highest crude fat digestibility was in R0 (95.00%) and the highest TDN in R3 (68.63%) but the results of the variance analysis showed that the treatment ration had no effect on fat digestibility and TDN (P >0.05). Keywords: Cassava waste, Ettawa crossbreed, Digestibility, Organic micro mineralsDownloads
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








