PENGARUH PERLAKUAN SECARA KIMIAWI (AMONIASI) DAN BIOLOGI (KAPANG) PADA KULIT KOPI TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN KECERNAAN BAHAN ORGANIK (IN VITRO)
Abstract
The purpose of this research was 1) to compare the effect of chemical (ammoniation) and biological (mold) treatment on coffee husk to dry matter and organic matter digestibility in vitro; 2) knowing the best parameters of the quality on coffee husk processed biologically and chemically on the dry matter and organic matter digestibility in vitro. The research was conducted on 31th of December 2018 until 01st of March 2019 at the Laboratory of Animal Nutrition and Food Laboratory, Department of Animal Husbandry, University of Lampung; Microbiology Laboratory of FMIPA Lampung University and Dairy Animal Nutrition Science Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Bogor Agricultural University. This study used completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The treatments given in this study were coffee husk without treatment (P1), coffee husk with 4% urea (P2), coffee husk with 1.5% ammonium sulfate (P3), coffee husk with Aspergillus niger 5 gram (P4). The results showed that ammoniation and fermentation treatment significantly effect (P<0,01) for dry matter digestibility and digestibility of organic matter. The best treatment of coffee husk on dry matter digestibility and organic matter digestibility is by adding 4% urea.
Keywords: Coffee husk, Ammoniation, Fermentation, Dry matter digestibility, Organic matter digestibility.
Downloads
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan dilisensikan di bawah Lisensi Internasional Atribusi Creative Commons 4.0.
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini menyetujui ketentuan-ketentuan berikut:
-
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal, dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang mengizinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
-
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak terpisah dan tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi karya yang diterbitkan jurnal (misalnya, memuatnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
-
Penulis diizinkan dan didorong untuk memuat karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih banyak dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).








